<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>DanSapar</title>
	<atom:link href="http://www.dansapar.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.dansapar.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Wed, 22 Feb 2012 07:03:37 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Berburu Batik di Trusmi</title>
		<link>http://www.dansapar.com/2012/02/21/berburu-batik-di-trusmi/</link>
		<comments>http://www.dansapar.com/2012/02/21/berburu-batik-di-trusmi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Feb 2012 00:19:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dansapar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jawa Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Travelogue]]></category>
		<category><![CDATA[cirebon]]></category>
		<category><![CDATA[jawa barat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.dansapar.com/?p=3169</guid>
		<description><![CDATA[Sejak pertama kali mengenal Trusmi sebagai pusat batik di kota Cirebon, saya selalu ingin berkunjung ke sana untuk melihat lebih dekat bagaimana kampung batik di kota udang ini. Namun niatan itu baru kesampean di kunjungan terakhir saya ke Cirebon beberapa &#8230; <a href="http://www.dansapar.com/2012/02/21/berburu-batik-di-trusmi/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://picasaweb.google.com/lh/photo/R-76OkiF4IY2IrfLWwyQHNMTjNZETYmyPJy0liipFm0?feat=embedwebsite"><img class="aligncenter" src="https://lh6.googleusercontent.com/-cdo7F-lpIZQ/Tye6WtwEofI/AAAAAAAACxo/h2MeN1yRPOU/s400/trusmi%2520%25282%2529.JPG" alt="" width="400" height="268" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Sejak pertama kali mengenal Trusmi sebagai pusat batik di kota Cirebon, saya selalu ingin berkunjung ke sana untuk melihat lebih dekat bagaimana kampung batik di kota udang ini. Namun niatan itu baru kesampean di kunjungan terakhir saya ke Cirebon beberapa minggu yang lalu.</p>
<p style="text-align: justify;">Terletak di kecamatan Plered, Kampung Batik Trusmi ini bisa dicapai hanya dalam beberapa menit dari pusat di Cirebon dengan menggunakan kendaraan pribadi atau angkot. Kebetulan saya memang tidak menjelajah lebih dalam ke kampung batik ini sehingga saya masih sangat penasaran untuk pergi ke Trusmi lagi. Kata teman saya duta batik Cirebon, @Paminto, mendingan jalan kaki/naik becak ketika jalan-jalan ke Trusmi, sehingga bisa leluasa mampir dari satu toko ke toko lainnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Toko-toko di Kampung Batik Trusmi sendiri sebenarnya adalah rumah-rumah penduduk yang disulap sedemikian rupa sehingga menjadi gerai-gerai untuk memamerkan koleksi batik. Rumah-rumah penduduk itu berdiri di kanan-kiri jalanan kampung yang masih bisa dilintasi oleh dua mobil.</p>
<p style="text-align: justify;">Kemarin saya dan teman-teman langsung menuju ke salah satu toko batik untuk melihat-lihat koleksi batik khas Cirebon. Ketika memasuki  toko, kami langsung disambut dengan beragam produk batik, mulai dari pakaian hingga pernak-pernik, seperti sajadah, tas selempang, laptop case, hingga kain lembaran batik.</p>
<p style="text-align: justify;">Kebetulan karena sedang di Trusmi, saya pun langsung mencari motif mega mendung yang memang khas dari Cirebon. Harga per meter dari kain katun print motif mega mendung adalah Rp. 30.000,00, sedangkan harga kain batik cetak bisa ditebus mulai dari Rp.50.000,00 hingga ratusan bahkan jutaan rupiah, tergantung jenis bahan, pewarnaan, sekaligus tingkat kerumitan motifnya.</p>
<p><a href="https://picasaweb.google.com/lh/photo/vm7mTTb2zXDJlWsvCiirXtMTjNZETYmyPJy0liipFm0?feat=embedwebsite"><img class="aligncenter" src="https://lh6.googleusercontent.com/-TQJAJ7bI5j0/Tye7JOTewcI/AAAAAAAACyA/EOHoWwRZjHA/s400/trusmi.JPG" alt="" width="400" height="268" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Sedangkan untuk pakaian jadi harganya masih ada kok yang harganya dibawah Rp.100.000,00 untuk satu potong kemeja batik lengan pendek dengan kain katun. Untuk toko yang saya kunjungi  ini memang memberikan harga PAS tanpa bisa ditawar-tawar lagi, kecuali mungkin kalo beli banyakan. Sedangkan apabila berkesempatan untuk muter-muter ke toko lain memang ada yang menawarkan harga yang lebih tinggi namun bisa ditawar.</p>
<p><a href="https://picasaweb.google.com/lh/photo/Y6s8UyI3Fl4IVmpLa7zcsNMTjNZETYmyPJy0liipFm0?feat=embedwebsite"><img class="aligncenter" src="https://lh5.googleusercontent.com/-uoVATkV9yWk/Tye6a9vOE6I/AAAAAAAACxw/Kpn19ZBkADM/s400/trusmi%2520eb2.jpg" alt="" width="400" height="400" /></a></p>
<p><a href="https://picasaweb.google.com/lh/photo/SRPoSgvabxkmxEq55_P-mtMTjNZETYmyPJy0liipFm0?feat=embedwebsite"><img class="aligncenter" src="https://lh5.googleusercontent.com/-vnYowT7A8c0/Tye6vDsx0MI/AAAAAAAACx4/aqviyA8fDsg/s400/trusmi%2520sb.jpg" alt="" width="400" height="400" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Berkunjung ke Kampung Batik Trusmi ketika mampir di Cirebon adalah salah satu hal yang wajib dilakukan, terlebih di dekat kampung batik ini terdapat warung Empal Gentong yang katanya enak, yaitu Empal Gentong Amarta. Kebetulan kami juga mampir ke Amarta sebelum ke Trusmi, sayangnya saya nggak doyan makan empal sehingga nggak tahu deh gimana rasanya. Kata teman-teman saya sih enak!</p>
<p style="text-align: justify;">Nah, Empal Gentong Amarta dan Batik Trusmi yang lokasinya satu kesotan ini pantang untuk dilewatin ketika kepleset ke Cirebon!</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.dansapar.com/2012/02/21/berburu-batik-di-trusmi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jejak Langkah Bangsa di Linggarjati</title>
		<link>http://www.dansapar.com/2012/02/19/jejak-langkah-bangsa-di-linggarjati/</link>
		<comments>http://www.dansapar.com/2012/02/19/jejak-langkah-bangsa-di-linggarjati/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 18 Feb 2012 23:20:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dansapar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jawa Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Travelogue]]></category>
		<category><![CDATA[jawa barat]]></category>
		<category><![CDATA[kuningan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.dansapar.com/?p=3171</guid>
		<description><![CDATA[Belanda mengakui secara de facto wilayah Republik Indonesia, yaitu Jawa, Sumatera dan Madura. Belanda harus meninggalkan wilayah RI paling lambat tanggal 1 Januari 1949. Pihak Belanda dan Indonesia Sepakat membentuk negara RIS. Dulu zaman masih sekolah saya pernah ngapalin mati-matian kalimat-kalimat &#8230; <a href="http://www.dansapar.com/2012/02/19/jejak-langkah-bangsa-di-linggarjati/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<ol>
<li>Belanda mengakui secara de facto wilayah Republik Indonesia, yaitu Jawa, Sumatera dan Madura.</li>
<li>Belanda harus meninggalkan wilayah RI paling lambat tanggal 1 Januari 1949.</li>
<li>Pihak Belanda dan Indonesia Sepakat membentuk negara RIS.</li>
</ol>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">Dulu zaman masih sekolah saya pernah <em>ngapalin</em> mati-matian kalimat-kalimat di atas, yang merupakan sebagian isi dari naskah Persetujuan Linggarjati. Saat itu boro-boro saya tahu Linggarjati itu tepatnya di mana, bagaimana cara menuju ke sana: naik ojek atau tinggal turun dari angkot, lalu gimana bentuk tempatnya. Saya tidak punya gambaran apapun tentang Linggarjati.</p>
<p><a href="https://picasaweb.google.com/lh/photo/znkusf9Xiw9aevokMLo3l9MTjNZETYmyPJy0liipFm0?feat=embedwebsite"><img class="aligncenter" src="https://lh6.googleusercontent.com/-IkwsHHQDmKA/Twu-tT3ZUHI/AAAAAAAACf4/EnPJ989uAi4/s400/P1020162.JPG" alt="" width="400" height="322" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Namun setelah sekian tahun berlalu dan isi perjanjian Linggarjati itu terlupakan, saya malah kembali menemukan ingatan susah-payahnya saya ketika belajar sejarah di sekolah. Memasuki rumah sederhana bergaya klasik, saya berhasil menemukan tempat dilangsungkannya Perundingan Linggarjati yang dulu sempat tidak terbayang ketika belajar sejarah dari buku diktat.</p>
<p style="text-align: justify;">Berada di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, tempat berlangsungnya perundingan di masa pasca kemerdekaan Indonesia itu telah dialihfungsikan menjadi museum, yang bernama Linggarjati. Di dalam Museum Linggarjati tersimpan koleksi-koleksi sehubungan jejak rekam dari pelaksanaan perundingan di masa-masa awal kemerdekaan Indonesia. Satu era dimana tergambar jelas bagaimana perjuangan bangsa Indonesia untuk mendapatkan pengakuan status kemerdekaan yang hakiki. Saat awal-awal kemerdekaan memang kondisi Indonesia tidak serta merta langsung merdeka seutuhnya, namun masih terjadi konflik antara Belanda yang datang dengan memboncengi (tentu saja nggak pake ojek dan becek) tentara sekutu  ke Indonesia dalam masa <em>status quo</em> telah memercikan api peperangan, seperti yang terjadi di Surabaya yang kemudian terkenal dengan peristiwa 10 November.</p>
<p><a href="https://picasaweb.google.com/lh/photo/uLzn9LDI5V9jiAuE8riwcNMTjNZETYmyPJy0liipFm0?feat=embedwebsite"><img class="aligncenter" src="https://lh6.googleusercontent.com/-OS8kuUhjf8U/Twu-qd89eHI/AAAAAAAACfs/tCi5C-ysvBg/s400/page.jpg" alt="" width="377" height="400" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Perundingan Linggarjati merupakan salah satu bentuk perjuangan tanpa mengangkat senjata. Lewat cara diplomasi Indonesia berjuang untuk mendapatkan haknya. Saat itu delegasi Indonesia untuk perundingan Linggarjati ini diwakili oleh Sultan Syahrir. Sedangkan pihak Belanda diwakili oleh Wim Schermerhorn dan H.J. Van Mook dan pihak Inggris bertindak sebagai mediator. Meskipun memang kenyataannya selepas beberapa bulan dari perundingan ini meletus Agresi Militer I karena pihak Belanda menyatakan tidak terikat lagi dengan isi perjanjian, namun bagi saya bangunan sederhana di Linggarjati tersebut telah merekam bagaimana jejak langkah perjuangan Bangsa Indonesia untuk merdeka seutuhnya.</p>
<p><a href="https://picasaweb.google.com/lh/photo/l68d4MHPrTirPSKB0w3zv9MTjNZETYmyPJy0liipFm0?feat=embedwebsite"><img class="aligncenter" src="https://lh6.googleusercontent.com/-2d_LkrlaLeQ/Twu-tAAm_jI/AAAAAAAACf0/LPfyTAMokD8/s400/pageb.jpg" alt="" width="377" height="400" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.dansapar.com/2012/02/19/jejak-langkah-bangsa-di-linggarjati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Docang, Kuliner Khas Lain dari Cirebon</title>
		<link>http://www.dansapar.com/2012/02/17/docang-kuliner-khas-lain-dari-cirebon/</link>
		<comments>http://www.dansapar.com/2012/02/17/docang-kuliner-khas-lain-dari-cirebon/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 16 Feb 2012 23:56:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dansapar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jawa Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Travelogue]]></category>
		<category><![CDATA[cirebon]]></category>
		<category><![CDATA[jawa barat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.dansapar.com/?p=3162</guid>
		<description><![CDATA[Apabila pas di Cirebon saya biasanya mencari sarapan berupa nasi lengko_yang merupakan salah satu makanan khas Cirebon berupa nasi putih yang diberi tambahan potongan tempe goreng dan sayuran segar lalu disiram &#8216;kuah&#8217; bumbu kacang kacang yang mirip dipake di gado-gado_maka &#8230; <a href="http://www.dansapar.com/2012/02/17/docang-kuliner-khas-lain-dari-cirebon/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Apabila pas di Cirebon saya biasanya mencari sarapan berupa nasi lengko_yang merupakan salah satu makanan khas Cirebon berupa nasi putih yang diberi tambahan potongan tempe goreng dan sayuran segar lalu disiram &#8216;kuah&#8217; bumbu kacang kacang yang mirip dipake di gado-gado_maka kunjungan terakhir ke Cirebon kemarin saya diajak &#8216;tuan rumah baik hati&#8217; Mas Dhian dan Mba Uun untuk menjajal kenikmatan lain dari kuliner Cirebon, yaitu Docang!</p>
<p><a href="https://picasaweb.google.com/lh/photo/I-tZmfuj8q29YMyQC9Y8h9MTjNZETYmyPJy0liipFm0?feat=embedwebsite"><img class="aligncenter" src="https://lh6.googleusercontent.com/-7MGZECD5fyM/Tye2ze3JCvI/AAAAAAAACu4/TZ99LYweHhQ/s400/IMG_9154.JPG" alt="" width="400" height="268" /></a></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #ff6600;"><em>*Sepiring Nasi (Sega) Lengko*</em></span></p>
<p>Meski bibir dower gara-gara tiga sariawan di mulut, saya tetap aja ikutan pesan setengah porsi Docang hangat di warung Docang yang mangkal di depan Stasiun Kejaksan ini. Hmmm&#8230;. ternyata enak juga kok, meski tampilannya ala kadarnya.  Hihi.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="https://picasaweb.google.com/lh/photo/ym_nsLit7iTi8ceX_uZ2PdMTjNZETYmyPJy0liipFm0?feat=embedwebsite"><img src="https://lh4.googleusercontent.com/-Q_7uK0ZxJL4/Tye20tfSUfI/AAAAAAAACvA/LnQpina7RNI/s400/docang2.JPG" alt="" width="400" height="288" /></a></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #ff6600;"><em> *Sepiring Docang*<span id="more-3162"></span></em></span></p>
<p style="text-align: justify;">Ternyata nama Docang merupakan kependekan dari &#8220;Kacang Dibodo atau dibacem&#8221;. Maksudnya di dalam kuah Docang terdapat semacam sari lembut dari olahan kedelai, seperti pecahan tempe gembus (bahasa lainnya apa ya? tempe bungkil?). Kuah Docang  ini lebih nikmat jika disantap hangat-hangat. Sedangkan isi dari sepiring Docang terdiri dari  lontong, daun singkong, tauge dan diberi potongan kerupuk dengan bentuk yang unik.</p>
<p style="text-align: justify;">Selain kekhasan Docang, ternyata ada kisah yang melatarbelakai sepiring Docang. Konon Docang ini sudah ada sejak zaman para wali dimana makanan ini dijadikan sarana oleh Prabu Rengganis untuk meracuni dan membunuh para wali. Huwii Serem.</p>
<p> <a href="https://picasaweb.google.com/lh/photo/CVuUW6YkNRm82mH7K29AZtMTjNZETYmyPJy0liipFm0?feat=embedwebsite"><img class="aligncenter" src="https://lh3.googleusercontent.com/-GboRY1jYc9c/Tye28XDCQGI/AAAAAAAACvI/cZxmXcq1Ivg/s400/docang.jpg" alt="" width="400" height="400" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Dan, yang lebih bikin puas lagi adalah harga Docang yang cukup murah. Kebetulan pas jalan-jalan ke Cirebon ini saya yang pegang duit saweran, maka saya jadi tahu harga. Untuk sarapan Docang plus teh hangat beramai-ramai dengan pesanan tujuh piring (dengan dua pesanan setengah porsi) habis Rp. 45.000,00.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong><br />
</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.dansapar.com/2012/02/17/docang-kuliner-khas-lain-dari-cirebon/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Curug Putri Kuningan dan Cerita Enteng Jodoh</title>
		<link>http://www.dansapar.com/2012/02/15/curug-putri-kuningan-dan-cerita-enteng-jodoh/</link>
		<comments>http://www.dansapar.com/2012/02/15/curug-putri-kuningan-dan-cerita-enteng-jodoh/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 14 Feb 2012 23:51:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dansapar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jawa Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Travelogue]]></category>
		<category><![CDATA[jawa barat]]></category>
		<category><![CDATA[kuningan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.dansapar.com/?p=3173</guid>
		<description><![CDATA[Apabila berkunjung ke Cirebon/Kuningan jangan lupa untuk mampir ke tempat yang satu ini. Namanya Curug Putri, berada di kaki Gunung Ceremai dan berada dalam kawasan Taman Palutungan. Berada di ketinggian membuat tempat ini sangat sejuk dan cocok sekali untuk ajang &#8230; <a href="http://www.dansapar.com/2012/02/15/curug-putri-kuningan-dan-cerita-enteng-jodoh/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://picasaweb.google.com/lh/photo/Yb3FKvf5N-3y-NhOrmQBotMTjNZETYmyPJy0liipFm0?feat=embedwebsite"><img class="aligncenter" src="https://lh4.googleusercontent.com/-tkoGJWBEabY/TyoiJbHYKTI/AAAAAAAACy0/w--hXbF49-Q/s400/IMG_9251.JPG" alt="" width="400" height="269" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Apabila berkunjung ke Cirebon/Kuningan jangan lupa untuk mampir ke tempat yang satu ini. Namanya Curug Putri, berada di kaki Gunung Ceremai dan berada dalam kawasan Taman Palutungan.</p>
<p><a href="https://picasaweb.google.com/lh/photo/gSRNwVWBBuFl4sqcsqREqtMTjNZETYmyPJy0liipFm0?feat=embedwebsite"><img class="aligncenter" src="https://lh4.googleusercontent.com/-tfqsVBnc7Xs/TyojFWKEgCI/AAAAAAAACzk/XBojaBOVHOE/s288/page.jpg" alt="" width="288" height="288" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Berada di ketinggian membuat tempat ini sangat sejuk dan cocok sekali untuk ajang galau cakar-cakar akar rumput. Apalagi ada curug dengan air bening yang bisa dijadikan tempat untuk merefleksikan masa lalu. Eeaa.</p>
<p style="text-align: justify;">Curug Putri sendiri memiliki tinggi sekitar 20 meter. Dari ketinggian tersebut meluncur air jernih yang berasal dari hutan di Gunung Ciremai. Pantas aja jika mencelupkan kaki saja sudah terasa dingin semriwing! Namun meskipun dingin tidak ada salahnya untuk sekalian mencoba mencuci muka di Curug Putri karena konon jika rajin mencuci di sana dipercaya akan dimudahkan dalam menemukan jodoh. Huwoooo! Tahu gitu kemarin nyetok air curug dalam botol aqua untuk dibawa ke Jakarta!! Lumayan kan bisa dijual untuk para jomblo galau di depan Sevel. Hihi.</p>
<p><a href="https://picasaweb.google.com/lh/photo/SM-lnlUQHjFpjPdvc_m28dMTjNZETYmyPJy0liipFm0?feat=embedwebsite"><img class="aligncenter" src="https://lh4.googleusercontent.com/-3nES9cCSB9E/TyoimxpmPLI/AAAAAAAACzM/OycwJ-pjNH0/s288/IMG_9287.JPG" alt="" width="288" height="193" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Sedangkan asal muasal Curug Putri sendiri berasal dari sebuah legenda dimana curug ini dipercaya sebagai tempat pemandian para bidadari dari Kahyangan. Terlebih jika pas hujan dan sinar matahari masih tersisa sehingga tercipta pelangi (katumbiri) maka dipercaya saat itulah bidadari dari kahyangan siap-siap turun ke bumi untuk mandi. #bersembunyidibalikbatu #curiselendangnya ;p</p>
<p style="text-align: justify;">Apabila curug putri menawarkan keindahan bak bidadari kahyangan maka area yang lebih luas lagi yaitu bumi perkemahan Palutungan menawarkan suasana yang nyaman di balik rindangnya pepohonan.</p>
<p style="text-align: justify;">Meski bernama bumi perkemahan, namun Palutungan nggak hanya diperuntukan untuk camping semata. Di sini pengunjung juga bisa menikmati flying fox, bersantai atau pacaran sambil bertafakur alam. Errr&#8230;</p>
<p><a href="https://picasaweb.google.com/lh/photo/aXsBPxcUoDF4wH2UwdUWF9MTjNZETYmyPJy0liipFm0?feat=embedwebsite"><img class="aligncenter" src="https://lh3.googleusercontent.com/-WPc-ngv1eDk/TyojW7YdmnI/AAAAAAAACz0/2fZcMpYyWVQ/s288/page2.jpg" alt="" width="288" height="288" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Berbagai fasilitas pun sudah tersedia, mulai toilet, musholla dan warung makan. Jadi kalo mo niat berkemah pun juga gampang kalo mo makan. Eeaa! Kemah manja!<span id="more-3173"></span></p>
<p><a href="https://picasaweb.google.com/lh/photo/M7qZtMPIKj6QX4MPIYdzLdMTjNZETYmyPJy0liipFm0?feat=embedwebsite"><img class="aligncenter" src="https://lh5.googleusercontent.com/-_SI2EX3Rxhc/TyokFYWpDBI/AAAAAAAAC0M/PeuwGyMG_SI/s288/page4.jpg" alt="" width="288" height="288" /></a></p>
<p><a href="https://picasaweb.google.com/lh/photo/Jiq9yhixNSICrvlYpcd9FNMTjNZETYmyPJy0liipFm0?feat=embedwebsite"><img class="aligncenter" src="https://lh4.googleusercontent.com/-U9RmD8uU7Zg/TyokKx2KNsI/AAAAAAAAC0U/yBnUX3OHfwk/s288/page8.jpg" alt="" width="288" height="288" /></a></p>
<p><a href="https://picasaweb.google.com/lh/photo/bbZtc-lsMb9YO5F_DBXfuNMTjNZETYmyPJy0liipFm0?feat=embedwebsite"><img class="aligncenter" src="https://lh5.googleusercontent.com/-0ur2Kba1u_0/TyoktcjFG7I/AAAAAAAAC0s/dDP-Iu-MQss/s288/page9.jpg" alt="" width="288" height="288" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Ketersediaan fasilitas tadi sudah menambah nilai plus bagi wana wisata Palutungan. Apalagi didukung dengan akses yang tidak begitu jauh dari pusat kota Kuningan, sekitar 10 km, 15-30 menit perjalanan dengan medan jalanan yang sudah diaspal dan menanjak meski tidak curam.</p>
<p style="text-align: justify;">Hanya dengan tiket masuk sebesar Rp. 5.500,- per orang, wana wisata palutungan dan curug putri menawarkan liburan akhir pekan yang murah dan berkualitas!</p>
<p style="text-align: justify;">Dan, jangan lupa bagi jomblo menahun wajib datang ke curug putri karena dengan cuci muka di curug putri dipercaya enteng jodoh, lho! #jualgalondidepancurug</p>
<p><a href="https://picasaweb.google.com/lh/photo/kZrGtcWE2NqZ2sex8Glb_NMTjNZETYmyPJy0liipFm0?feat=embedwebsite"><img class="aligncenter" src="https://lh6.googleusercontent.com/-5IBCGFGF5M4/TyoiSewOczI/AAAAAAAACy8/YcVNAU_JQ_k/s288/IMG_9250.JPG" alt="" width="193" height="288" /></a></p>
<p style="text-align: center;"><a href="https://picasaweb.google.com/lh/photo/xtlCUCG2gr3iuxKNHnH_1dMTjNZETYmyPJy0liipFm0?feat=embedwebsite"><img src="https://lh3.googleusercontent.com/-RkzF7TGLmVE/Tyoi5lj-T3I/AAAAAAAACzc/3RGjPoLyiCo/s288/IMG_9272.JPG" alt="" width="188" height="288" /></a></p>
<p><a href="https://picasaweb.google.com/lh/photo/1UcXTXF6CWjZOJCpfaxWONMTjNZETYmyPJy0liipFm0?feat=embedwebsite"><img class="aligncenter" src="https://lh3.googleusercontent.com/-iZSHViNqTng/TyoibRXLatI/AAAAAAAACzE/Ako0rRoxVjI/s288/IMG_9286.JPG" alt="" width="193" height="288" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.dansapar.com/2012/02/15/curug-putri-kuningan-dan-cerita-enteng-jodoh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Di Pengkolan Cirebon</title>
		<link>http://www.dansapar.com/2012/02/12/di-pengkolan-cirebon/</link>
		<comments>http://www.dansapar.com/2012/02/12/di-pengkolan-cirebon/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 11 Feb 2012 22:39:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dansapar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jawa Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Travelogue]]></category>
		<category><![CDATA[cirebon]]></category>
		<category><![CDATA[jawa barat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.dansapar.com/?p=3136</guid>
		<description><![CDATA[Banyak hal yang bisa dilihat ketika mengunjungi  suatu tempat yang tidak diakrabi setiap hari.  Tempat yang bukan menjadi tempat kaki berpijak dari senin ketemu senin lagi. Tempat yang (mungkin) dikenali, namun hanya sesekali dikunjungi. Seperti halnya ketika saya berkunjung lagi &#8230; <a href="http://www.dansapar.com/2012/02/12/di-pengkolan-cirebon/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://picasaweb.google.com/lh/photo/WmfDJs7dIQDtyTCVqBALwtMTjNZETYmyPJy0liipFm0?feat=embedwebsite"><img class="aligncenter" src="https://lh3.googleusercontent.com/-FBMdTXu99fU/Ty-Ri0V0h7I/AAAAAAAAC2o/rabpvggm7WU/s400/IMG_9216.JPG" alt="" width="400" height="280" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Banyak hal yang bisa dilihat ketika mengunjungi  suatu tempat yang tidak diakrabi setiap hari.  Tempat yang bukan menjadi tempat kaki berpijak dari senin ketemu senin lagi. Tempat yang (mungkin) dikenali, namun hanya sesekali dikunjungi.</p>
<p style="text-align: justify;">Seperti halnya ketika saya berkunjung lagi ke Cirebon, salah satu kota perdagangan sejak jaman dahulu kala. Dikenal dengan sebutan Gemeente Cheribon ketika zaman kolonial, kota ini pasti memiliki peninggalan bangunan-bangunan tua yang cukup menarik untuk dilihat. Lalu, saya pun siap menjelajah!</p>
<p><a href="https://picasaweb.google.com/lh/photo/9_mn30EqmobQPGv3_aPzqtMTjNZETYmyPJy0liipFm0?feat=embedwebsite"><img class="aligncenter" src="https://lh4.googleusercontent.com/--tNNCFRNUic/Ty-QDjSazfI/AAAAAAAAC1Q/ytxmPQaX1qY/s288/IMG_9193.JPG" alt="" width="288" height="202" /></a></p>
<p><a href="https://picasaweb.google.com/lh/photo/vtFh0QniJUeh30cKgC2Gt9MTjNZETYmyPJy0liipFm0?feat=embedwebsite"><img class="aligncenter" src="https://lh5.googleusercontent.com/-21wUMVHKp9k/Ty-QFQVIpCI/AAAAAAAAC1Y/4gvTCfK9dH0/s288/IMG_9200.JPG" alt="" width="288" height="202" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Gedung Bank Indonesia menjadi salah satu pilihan untuk melihat bangunan kuno di kota ini. Namun meski saya sudah cukup akrab dengan Cirebon namun saya nggak hafal jalan, termasuk pula dengan rute angkotnya. Alhasil saya hanya berjalan kaki sekedarnya dan sengaja menyasarkan diri. Melintasi jalanan minggu pagi yang masih sepi. Melewati Pasar Pagi Cirebon. Berjalan terus hingga kaki terasa pegal. Dan, menemukan kebahagiaan sendiri ketika melintasi ruko demi ruko dengan desain yang menarik.<span id="more-3136"></span></p>
<p style="text-align: center;"><a href="https://picasaweb.google.com/lh/photo/tCTpTGM53-BulsMhqw1IB9MTjNZETYmyPJy0liipFm0?feat=embedwebsite"><img src="https://lh6.googleusercontent.com/-kmp-lpvqfh8/Ty-Re-vXJTI/AAAAAAAAC2c/e9LUAd-ONDs/s288/IMG_9215.JPG" alt="" width="288" height="202" /></a><a href="https://picasaweb.google.com/lh/photo/AThIye5hflOek_IH1JYvadMTjNZETYmyPJy0liipFm0?feat=embedwebsite"><img src="https://lh4.googleusercontent.com/-X6YJ6SUhfyA/Ty-QCXOnAGI/AAAAAAAAC1I/-nTVOBrVlMo/s288/IMG_9190.JPG" alt="" width="288" height="201" /></a></p>
<p style="text-align: center;"><a href="https://picasaweb.google.com/lh/photo/9kyirtsrnWZVJGNqORw0htMTjNZETYmyPJy0liipFm0?feat=embedwebsite"><img src="https://lh6.googleusercontent.com/-GyLJ_2XXNqE/Ty-RHlIEBJI/AAAAAAAAC2I/bgzPZE23tco/s288/IMG_9211.JPG" alt="" width="288" height="201" /></a></p>
<p style="text-align: center;"><a href="https://picasaweb.google.com/lh/photo/FuBeq-LOUEP_jEqbT0oMHNMTjNZETYmyPJy0liipFm0?feat=embedwebsite"><img src="https://lh3.googleusercontent.com/-AcdUPRkm50Y/Ty-QfBBzSiI/AAAAAAAAC1g/hIw8WFBk0sM/s288/IMG_9206.JPG" alt="" width="288" height="202" /></a></p>
<p><a href="https://picasaweb.google.com/lh/photo/3E-v9-_1Wc7Cwbow5LHVz9MTjNZETYmyPJy0liipFm0?feat=embedwebsite"><img class="aligncenter" src="https://lh3.googleusercontent.com/-0KA-jCAFU0E/Ty-Q15i42YI/AAAAAAAAC14/mjeHDzh172c/s288/IMG_9209.JPG" alt="" width="288" height="202" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Sebenarnya saya tidak harus bisa menemukan bangunan tua apapun pagi itu. Tanpa misi khusus saya pun berjalan, menikmati waktu, dan menemukan satu kebahagian dengan hal-hal baru, termasuk dengan menemukan bangunan-bangunan (yang kayaknya) tua yang berderet-deret. Bisa jadi bangunan itu tidak setua yang pengin saya lihat, yakni bangunan serupa dengan Gedung BI yang merupakan peninggalan jaman kolonial. Namun apapun itu, deretan ruko-ruko yang saya temui di &#8216;pengkolan&#8217; Cirebon itu telah membuat minggu pagi saya di kota udang ini tampak seru.</p>
<p><a href="https://picasaweb.google.com/lh/photo/byNj2tGhxRE_ATDKGNQIX9MTjNZETYmyPJy0liipFm0?feat=embedwebsite"><img class="aligncenter" src="https://lh6.googleusercontent.com/-Wmaw7IDjd8g/Ty-Qhoak_jI/AAAAAAAAC1o/ix8PfmUUGRk/s288/IMG_9203.JPG" alt="" width="195" height="288" /></a></p>
<p><a href="https://picasaweb.google.com/lh/photo/9gCZbNazfJVWA8K6jooQi9MTjNZETYmyPJy0liipFm0?feat=embedwebsite"><img class="aligncenter" src="https://lh6.googleusercontent.com/-HPv5JzInd3s/Ty-QlSE1MrI/AAAAAAAAC1w/XXuGFBa3SJw/s288/IMG_9204.JPG" alt="" width="189" height="288" /></a></p>
<p><a href="https://picasaweb.google.com/lh/photo/n0JC6p_PjKydLF6fDds_lNMTjNZETYmyPJy0liipFm0?feat=embedwebsite"><img class="aligncenter" src="https://lh4.googleusercontent.com/-kdVD3B1fTMk/Ty-RRj-usxI/AAAAAAAAC2Q/CaheyBm8w2M/s288/IMG_9212.JPG" alt="" width="189" height="288" /></a></p>
<p><a href="https://picasaweb.google.com/lh/photo/AYtLo3AjkLLiUNxuAakEsdMTjNZETYmyPJy0liipFm0?feat=embedwebsite"><img class="aligncenter" src="https://lh4.googleusercontent.com/-gm1hFTfQplk/Ty-RebCvjUI/AAAAAAAAC2Y/83V20Gnly0k/s288/IMG_9213.JPG" alt="" width="189" height="288" /></a></p>
<p><a href="https://picasaweb.google.com/lh/photo/j8mvVfUQ_j7x55jiIk7ZvdMTjNZETYmyPJy0liipFm0?feat=embedwebsite"><img class="aligncenter" src="https://lh6.googleusercontent.com/-m8m07D1gtfI/Ty-Q-hwQM1I/AAAAAAAAC2A/n7rFb3FfoxE/s288/IMG_9208.JPG" alt="" width="189" height="288" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.dansapar.com/2012/02/12/di-pengkolan-cirebon/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

