<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>DanSapar</title>
	<atom:link href="http://www.dansapar.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.dansapar.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Sat, 19 May 2012 04:49:20 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Lesehan Sabar Menanti di Atas Gerbong Kereta Api</title>
		<link>http://www.dansapar.com/2012/05/19/lesehan-sabar-menanti-di-atas-gerbong-kereta-api/</link>
		<comments>http://www.dansapar.com/2012/05/19/lesehan-sabar-menanti-di-atas-gerbong-kereta-api/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 19 May 2012 04:49:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dansapar</dc:creator>
				<category><![CDATA[DKI Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Jawa Tengah]]></category>
		<category><![CDATA[Travelogue]]></category>
		<category><![CDATA[travelogue]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.dansapar.com/?p=3468</guid>
		<description><![CDATA[Kebijakan PT Kereta Api Indonesia untuk tidak menjual tiket kereta berdiri untuk Kereta Api jarak jauh baik kelas eksekutif, bisnis maupun ekonomi per tanggal 1 Oktober 2011 membuat saya sedikit kangen masa-masa dimana saya sering banget &#8216;lesehan&#8217; di atas gerbong kereta &#8230; <a href="http://www.dansapar.com/2012/05/19/lesehan-sabar-menanti-di-atas-gerbong-kereta-api/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Kebijakan PT Kereta Api Indonesia untuk tidak menjual tiket kereta berdiri untuk Kereta Api jarak jauh baik kelas eksekutif, bisnis maupun ekonomi per tanggal 1 Oktober 2011 membuat saya sedikit kangen masa-masa dimana saya sering banget &#8216;lesehan&#8217; di atas gerbong kereta api lantaran tidak mendapat tiket kereta bertempat duduk dan (terpaksa) membeli tiket berdiri dengan harga resmi (baca: tiket lesehan di sela-sela kursi).</p>
<p style="text-align: justify;">Sebelum kebijakan ini berlaku, beberapa kali saya nekat menggunakan kereta api meskipun harus desak-desakan dengan penumpang lain yang tidak mendapatkan tiket bertempat duduk. Pengalaman yang lebih buruk pernah saya dapatkan ketika nekat pulang kampung sewaktu lebaran haji menggunakan kereta ekonomi. Saat itu penumpang sangat membludak! Bahkan, saya nggak bisa masuk ke dalam gerbong kereta dan tertahan di pintu masuknya. Ya, terpaksa saya berdiri (bila memungkinkan saya duduk jongkok) sepanjang perjalanan sejauh Jakarta &#8211; Kebumen! Sumpah&#8230; itu paling gila saat naik kereta! Lebih gila jika hanya dibandingkan dengan tiduran di bawah kursi kereta ekonomi yang bulukan.</p>
<p style="text-align: justify;">Kini, pengalaman lesehan di kereta tidak lagi seseru dahulu. Bisa saja saya tetap lesehan di gerbong kereta lantaran saya memilih tidur di lantai sambil menggelar koran, namun sensasinya berbeda. Saya tetap memegang tiket bertempat duduk dan hanya pindah tidur di kolong lantai, bukan dengan tiket berdiri yang kadang suka dipandang risih oleh penumpang dengan tiket bertempat duduk. Hihi.</p>
<p><a href="https://picasaweb.google.com/lh/photo/3wlBnUPrgWAz1fL1m5tRENMTjNZETYmyPJy0liipFm0?feat=embedwebsite"><img class="aligncenter" src="https://lh5.googleusercontent.com/-BDIpCez_3kg/T7CMR1UVlaI/AAAAAAAADNg/Bc8Lha6qMaQ/s400/IMG_5246.jpg" alt="" width="301" height="400" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Dan, gara-gara kebijakan itu pula, tips lesehan di gerbong kereta api yang dahulu pernah saya tulis di blog Multiplpy jadi nggak ada gunanya lagi, deh! Hhahaha. Berikut tips yang pernah saya tulis. (ceritanya lagi bernostalgila)<span id="more-3468"></span></p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;"><em>Dalam suatu perjalanan ada kalanya kita menghadapi suatu kondisi yang cukup sulit (mungkin hingga bisa menyebabkan sembelit atau bahkan selulit) sehingga kita harus mengambil sebuah resiko tersendiri dengan berbagai macam alasan yang melatarbelakanginya.</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Salah satu kondisi yang cukup sulit tersebut adalah ketika kita dihadapkan harus melakukan perjalanan dengan menggunakan transportasi umum tanpa tiket tempat duduk, dalam hal ini bisa moda jenis kereta api atau kapal laut yang terkadang menjual tiket berlebih meskipun kuota tempat duduk sudah terpenuhi atau ketika dua moda transportasi tersebut memang sengaja menjual tiket tanpa tempat duduk yang ndilalah (haduh bahasanya) jumlah tiket yang dijual melebihi jumlah tiket bertempat duduk. Pengecualian tentu saja untuk moda pesawat udara, karena masak pas take off ma landing mau ditaliin di gagang pintu! Hihi.</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Banyak alasan bagi orang untuk melakukan perjalanan jauh tanpa tiket tempat duduk, salah satunya karena memang kehabisan tiket dan tidak ada pilihan lain yang lebih baik daripada naik kereta api tanpa tempat duduk, seperti yang saya dan dua rekan saya (Arief dan Dita) alami saat long weekend kemarin.</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Kami terpaksa melakukan perjalanan Jakarta-Semarang dengan menggunakan Kereta Bisnis Senja Utama Semarang karena disamping Dita tidak suka naik bus, selain itu kami meramalkan (Mama Loren kaliiii&#8230;) jalur pantura bakal disuguhi panorama &#8220;pamer paha&#8221; alias padat merayap tanpa harapan. Dan terbukti memang, jalur pantura macet parah, ketika pukul 04.30 kami sudah hampir memasuki Semarang, seorang teman memasang status di twitter dengan sedikit mengeluh bahwa rombongan mereka baru sampe Indramayu, padahal mereka berangkat dari Jakarta jam 8 malam.</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>So, resmi sudah kami pun kudu LESEHAN di gerbong kereta dengan sabar menanti kereta sampai di Stasiun Tawang!! Hfuuuphhh &#8230; kipas-kipas!!</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Lesehan di dalam kereta api tentu saja tanpa tiket tempat duduk memang bukan perkara gampang, sehingga perlu persiapan khusus, matang dan terencana! (hwoloh lebay-nya dari Sabang sampai Merauke!). Namun tetap saja jika sudah memegang tiket tanpa tempat duduk itu tentu saja berbeda dengan pemegang tiket, yang bisa datang dengan elegan dan rambut sasakan lalu berjalan dengan lenggak-lenggok trus naruh koper dan akhirnya duduk di kursi nikmatnya.</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Nah, oleh karena itu saya mencoba berbagi tips dan trik ngaco untuk lesehan di dalam kereta api, CEKIDOT!</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>1. Siapkan Mental dan Bantal.</em></p>
<p style="padding-left: 30px; text-align: justify;"><em>Okay &#8230; Okay &#8230; kalau Anda sudah  paham benar dengan jiwa normal bahwa Anda memegang tiket tanpa tempat duduk maka Anda sudah mempunyai niat bulat untuk lesehan, jangan terus menerus berkeluh kesah, &#8220;Nanti gimana kalau mau pipis?&#8221;, &#8220;Aduuh nanti terinjak-injak&#8221;, &#8220;Oh ntar dempet-dempetan, panas, gerah, pegel&#8221;, &#8220;Keringat!! Bau Keringat Di Mana-Mana!!&#8221;, &#8220;Oh Make Up!!&#8221;. PLAKK!</em></p>
<p style="padding-left: 30px; text-align: justify;"><em>Arrgghhh &#8230; Mending hubungin Doraemon sana saja, Minta pintu ke mana saja!</em></p>
<p style="padding-left: 30px; text-align: justify;"><em>Setelah mental Anda telah teruji secara klinis, maka hal berikutnya yang harus selalu diingat adalah Anda kudu SADAR DIRI bahwa Anda akan melakukan perjalanan yang cukup lama dengan kondisi yang ala kadarnya ala nrimonya. So, tinggalin dulu ZARA, TAS LV, STILETTO, SYAL HERMES, etc, etc. Anda akan merasa lebih nyaman jika cukup menggunakan t shirt cotton yang bisa menyerap keringat dengan dipadukan celana kargo atau jeans atau bahkan jika Anda cukup mudah berkeringat maka lebih baik menggunakan celana 3/4 saja (jika Anda cukup eksis dan narsis bisa saja sih memakai hotpants warna ngejreng! Hihihi). Btw, Kok jadi tips padu padan busana travelling gini? HUAHAHAHAHA.</em></p>
<p style="padding-left: 30px; text-align: justify;"><em>Selanjutanya, tentu saja lihat barang bawaan Anda, sebuah backpack ukuran sedang akan membuat nyaman, karena bisa dijadikan sandaran ataupun bantal selama perjalanan. Semakin banyak barang yang akan dibawa, tentu saja semakin menyulitkan, terutama jika menggunakan moda kereta api. Sudah-sudah nggak usah bawa kardus indomie^^.</em></p>
<p style="padding-left: 30px; text-align: justify;"><em>Setelah mental terpenuhi, satu hal yang cukup penting untuk diperhatikan adalah membawa/menyewa bantal akan lebih membuat leher nyaman! Baca tips ngaco berikutnya ;p</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>2. BARANG-BARANG YANG PERLU DISIAPKAN</em></p>
<p style="padding-left: 30px; text-align: justify;"><em>Ibarat pergi berperang, maka lesehan di kereta pun harus menyiapkan meriam, senjata dan perbekalan yang cukup (huwaa semakin lebai) sehingga minimal Anda harus menyiapkan perbekalan berikut ini:</em></p>
<p style="padding-left: 30px; text-align: justify;"><em>KORAN.  Barang ini akan sangat membantu Anda, selain bisa digunakan sebagai alas duduk dan tidur, koran bisa digunakan sebagai kipas pas panas serta bisa dijadikan sumber ilmu selama perjalanan! Hihihi. Eiits, bisa juga digunakan sebagai pengganti tissue &#8230; HUWAKAKAKA!</em></p>
<p style="padding-left: 30px; text-align: justify;"><em>AIR MINUM. Anda tidak perlu bertanya kan fungsinya untuk apa? Kecuali jika Anda satu spesies dengan onta yang mampu bertahan tidak minum beberapa hari, hihi. Eiits, sebenernya memang ada fungsi lain dari sebotol air mineral ini. Apa hayoo?? Oh, buat cuci tangan &#8230; (*angguk2*, pasti yang njawab adalah keluarga Lifebuoy! Atau keluarga Combratine yang selalu sigap dengan keberadaan cacing karena gejala cacingan sulit dideteksi dengan kasat mata =p).</em></p>
<p style="padding-left: 30px; text-align: justify;"><em>BARANG-BARANG SEKUNDER LAINNYA. Sebenernya dengan modal koran dan air minum itu, Anda masih bakal hidup dan bertahan sampai di tempat tujuan. Namun jika Anda seorang yang gampang bosan, maka PS 2, berkeping-keping DVD, MESIN PEMIJAT ELEKTRIK bisa dijadikan alternatif barang bawaan (PLAKKKK!!!!). Hihihi.</em></p>
<p style="padding-left: 30px; text-align: justify;"><em>Sebuah MP3 bisa dijadikan barang wajib bawa! Selain itu, Anda bisa membawa handuk/tissue/facepapper jika keringat Anda berlebih. (barang ini bisa berfungsi ganda sebagai penutup hidung saat tercium aroma-aroma yang tidak mengenakkan!). Selain itu bantal angin juga bisa dibawa untuk membuat duduk lesehan menjadi lebih nyaman.</em></p>
<p style="padding-left: 30px; text-align: justify;"><em>Bagi yang doyan ngemil, bisa juga membawa satu paket makanan piknik favorit lalu nikmai perjalanan wisata Anda. Tapi nggak perlu make keranjang piknik segala ya!</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>3. DI MANA SEBAIKNYA NAIK KERETA DAN DUDUK LESEHAN?</em></p>
<p style="padding-left: 30px; text-align: justify;"><em>Sekarang waktunya berbagi trik.</em></p>
<p style="padding-left: 30px; text-align: justify;"><em>MEMILIH STASIUN KEBERANGKATAN. Karena pemegang tiket tanpa tempat duduk yang senasib dengan Anda itu jumlahnya banyak dan tidak Anda seorang maka Anda harus jeli memilih stasiun keberangkatan. Stasiun pertama (awal keberangkatan) adalah pilihan yang tepat, karena presentase Anda akan mendapat tempat lesehan yang paling PEWE akan semakin besar. Berbeda jika Anda memilih Stasiun Keberangkatan di Stasiun ke sekian, misal Kereta berangkat dari Stasiun Pasar Senen dan Anda naik dari Stasiun Bekasi, siap-siap bakal &#8220;nggandul&#8221; di pintu kereta. Hihihi.</em></p>
<p style="padding-left: 30px; text-align: justify;"><em>Nah, apabila Anda naik kereta ekonomi yang biasanya sudah mangkal di stasiun keberangkatan pertama beberapa jam sebelum jadwal jalannya, maka Anda pun harus datang lebih awal dari yang lain lalu ngetag satu tempat untuk diduduki (biasanya kereta ekonomi akan menggunakan sistem bebas tempat duduk ketika memasuki musim mudik lebaran).</em></p>
<p style="padding-left: 30px; text-align: justify;"><em>DUDUK DI MANA? Setelah sudah bisa memasuki gerbong dengan sukses &#8220;mengalahkan&#8221; calon penumpang yang lainnya, termasuk yang pegang tiket dengan tempat duduk, maka Anda harus memilih lokasi yang strategis untuk lesehan (seperti pertuah mbak Fenny, &#8220;Lokasi .. Lokasi .. Lokasi).  Pastikan lokasi tempat Anda akan lesehan cukup nyaman. Pilih lokasi di mana Anda bisa sandaran (bisa menggunakan kursi penumpang untuk menyandarkan punggung) jika Anda ingin tidur dalam posisi duduk serta jangan lupa bahwa Anda tidak akan menekuk kaki Anda berjam-jam, sehingga Anda perlu juga mempertimbangkan lokasi tersebut mempunyai space yang cukup untuk SLONJORAN, sehingga Anda cukup fleksibel memainkan kaki, bisa ditekuk bisa pula dislonjorin. Hihihihi.</em></p>
<p style="padding-left: 30px; text-align: justify;"><em>Namun apabila Anda ingin tiduran lesehan, maka pilihlah &#8220;kasur&#8221; yang paling nyaman dan minim gangguan dari orang lewat serta jauh dari aroma toilet (bisa didapatkan di space antara 2 kursi -jika dapat ijin dari si empunya kursi-)</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>4. AWAS PENYUSUP!!</em></p>
<p style="padding-left: 30px; text-align: justify;"><em>Seperti halnya ketika naik kereta, maka Anda harus selalu waspada dengan keberadaan orang yang tidak dikenal, apalagi ketika si orang tidak dikenal itu mulai mendekati bagian lorong gerbong yang sudah Anda &#8220;kuasai&#8221;, hati-hati bisa jadi dia adalah PENYUSUP yang bakal menginvasi daerah kekuasaan Anda!! Waspadalah &#8230;.Sumpah!! Lebai &#8230;</em></p>
<p style="padding-left: 30px; text-align: justify;"><em>Jika Anda memang terlahir sebagai orang berhati malaikat pasti Anda akan berbaik hati berbagi space yang sudah sempit untuk duduk bersanding berduaan, namun kenyamanan selama perjalanan tentu saja harus sedikit  dikorbankan.</em></p>
<p style="padding-left: 30px; text-align: justify;"><em>Untuk mengatasi hal ini, Anda harus menyiapkan garis batas daerah kekuasaan Anda, bisa dengan kaki yang dibikin sedemikian rupa ketika kereta sedang berhenti di stasiun, sehingga space yang tersisa dilorong sekitar Anda duduk ketika slonjoran akan tertutup. Hihihi.*tertawa culas*</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>5. TIM</em></p>
<p style="padding-left: 30px; text-align: justify;"><em>Perjalanan bersama dengan teman tentu saja akan sedikit memudahkan selama lesehan dalam kereta, selain ada teman senasib seperjuangan, Anda pun bisa lebih mudah &#8220;merebut&#8221; lalu &#8220;mempertahankan&#8221; daerah kekuasaan Anda.</em></p>
<p style="padding-left: 30px; text-align: justify;"><em>Singkat kata, jangan sekali-kali mencoba lesehan sendiri jika tidak cukup pengalaman! Hihihi. Eksterm benerrrr &#8230;. (dijamin kemungkinan besar bakal cengok dan mati gaya!).</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>6. TERPENTING NIH!</em></p>
<p style="padding-left: 30px; text-align: justify;"><em>Oke, yang terakhir dan paling penting (menurut saya) adalah urusan perkencingan!</em></p>
<p style="padding-left: 30px; text-align: justify;"><em>Sebaiknya sebelum melakukan perjalanan dengan lesehan, Anda keluarin semua isi perut. Kencinglah sepuas-puasnya! Hal ini dikarenakan, kondisi gerbong yang sangat menyulitkan pergerakan menuju toilet atau bahkan toilet pun sudah tidak bisa digunakan saking banyaknya manusia yang duduk disekitar toilet.</em></p>
<p style="padding-left: 30px; text-align: justify;"><em>Perlu diingat jika Anda pun hanya mendapatkan tiket tanpa tempat duduk, maka kemungkinan penuhnya gerbong kereta semakin besar, sehingga bakal banyak pula penumpang tanpa tempat duduk yang senasib dengan Anda! Belum lagi penumpang tanpa tiket.</em></p>
<p style="padding-left: 30px; text-align: justify;"><em>So, mending klo sedang beser atau gampang beser perlu dipertimbangkan untuk naek kereta pas musim padat penumpang. Huahaha. Benar-benar tips nggak mutu dan ngaco!</em></p>
</blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.dansapar.com/2012/05/19/lesehan-sabar-menanti-di-atas-gerbong-kereta-api/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Selalu Ada Teman Dalam Setiap Perjalanan</title>
		<link>http://www.dansapar.com/2012/05/18/selalu-ada-teman-dalam-setiap-perjalanan/</link>
		<comments>http://www.dansapar.com/2012/05/18/selalu-ada-teman-dalam-setiap-perjalanan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 May 2012 22:41:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dansapar</dc:creator>
				<category><![CDATA[DI Yogyakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Travelogue]]></category>
		<category><![CDATA[di yogyakarta]]></category>
		<category><![CDATA[travelogue]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.dansapar.com/?p=3480</guid>
		<description><![CDATA[Pengalaman bertemu dengan teman baru saat melakukan sebuah perjalanan memang kerap terjadi. Bisa jadi teman itu hanya rekan sebatas ngobrol atau bisa pula hingga bertukar kontak, pin BB, alamat email, alamat facebook. Bisa jadi pula ada yang mendapat hati gara-gara &#8230; <a href="http://www.dansapar.com/2012/05/18/selalu-ada-teman-dalam-setiap-perjalanan/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://picasaweb.google.com/lh/photo/p70G3DUBToewHIJKwXhFJtMTjNZETYmyPJy0liipFm0?feat=embedwebsite"><img class="aligncenter" src="https://lh6.googleusercontent.com/-ra7ID7eWok4/T7CMkZ2kIZI/AAAAAAAADNs/55gEIfo4C14/s400/P1000190.JPG" alt="" width="400" height="297" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Pengalaman bertemu dengan teman baru saat melakukan sebuah perjalanan memang kerap terjadi. Bisa jadi teman itu hanya rekan sebatas ngobrol atau bisa pula hingga bertukar kontak, pin BB, alamat email, alamat facebook. Bisa jadi pula ada yang mendapat hati gara-gara <em>traveling</em>! EEAA.</p>
<p style="text-align: justify;">Salah satu pengalaman yang cukup berkesan bertemu dengan orang baru saat melakukan perjalanan adalah ketika saya iseng banget mampir ke Candi Boko pas mudik ke Klaten beberapa tahun lalu. Dengan maksud ingin melihat Candi Boko dari dekat saya pun menggunakan jasa angkutan umum untuk menuju ke sana. Sempat salah turun angkot yang menyebabkan saya kudu berjalan kaki lumayan jauh dengan medan menanjak di pedesaan hingga pintu masuk Candi Boko, saya berkesempatan untuk berkenalan dengan serombongan teman baru gara-gara &#8216;jasa-motretin&#8217;. Hihi! Ajang narsis dan traveling memang kayak adik dan kakak, maka ketika tidak ada yang bawa tripod dan ingin foto bareng maka salah satu caranya adalah dengan meminta bantuan ke orang lain. Nah, dari situlah saya berkenalan dengan Ayu Cs ini hingga saya pun mendapat tumpangan pas mo balik ke Prambanan! Hihihi.</p>
<p><a href="https://picasaweb.google.com/lh/photo/eSpCk6eBcZNXrSUCpr8fjdMTjNZETYmyPJy0liipFm0?feat=embedwebsite"><img class="aligncenter" src="https://lh5.googleusercontent.com/-kSX5IdK4jJE/T7CMzw1hyAI/AAAAAAAADOM/YQm-Y0UEOcU/s288/P1000195.JPG" alt="" width="204" height="288" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Saya sempat membuat sebuah tulisan dengan judul yang sama dengan postingan ini setelah pulang dari Candi Boko. Sebuah tulisan sederhana tentang pepatah yang saya yakini sendiri jika selalu ada teman dalam setiap perjalanan.</p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;"><em>Terlepas dari rada gak ikhlasnya cuti yang dianulir, namun suasana hati berubah menjadi sedikit lebih baik dengan jalan-jalan yang tak direncanakan dengan seksama namun dilaksanakan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya (hayah).</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Setelah turun dari travel di tugu jogja, awalnya pengin langsung saja balik ke rumah, namun daripada nanti balik rumah trus maen ke jogja lagi dengan cuaca yang kurang bersahabat, kadang panas kadang hujan, akhirnya perjalanan diputuskan untuk tidak balik dulu ke rumah. hehe.</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Hanya mengikuti ke mana langkah kaki ini melangkah dan tak berharap untuk menemukan hal yang muluk-muluk, akhirnya pemberhentian pertama adalah stasiun tugu untuk numpang mandi dan ngambil jadwal tiket prameks lalu menyusuri maliobor dengan aktivitas para pedagang yang mulai membenahi lapak-lapak jualannya. Pemandangan yang begitu damai melihat senyum ramah mereka bersama hangatnya mentari Jogja di kala pagi.</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Kemudian berlalulah hari dengan apa adanya, semakin siang dan semakin panas, tujuan berikutnya ternyata kawasan Taman Sari yang menggoda langkah kaki ini untuk menjumpainya dengan menggunakan jasa abang tukang becak hingga sholat jumat memanggil untuk menyisihkan sebagian waktu untuk bertemu dengan pencipta alam semesta dan segala isinya.</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Dengan capcay jawa dan es cendol sepertinya urusan perut telah dipenuhi, langkah ini masih belum ingin berhenti. Benteng Vredeburg siap menanti untuk dikagumi segala detil bangunannya dan sisi arsitekturnya serta dengan segenap sejarah yang menyertainya.<span id="more-3480"></span></em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Lalu panas mulai sedikit mereda. Dengan memanfaatkan trans jogja (tidak jadi menggunakan prameks), langkah kaki ini berhenti namun trans jogja akan mengantarkan menuju Prambanan. Deang tak pernah bisa duduk, langkah kaki ini menjauh dari Shelter Prambanan menuju  ke selatan menunggu datangny angkot yang begitu lama. Kawasan Candi Boko di atas bukit siap menanti &#8230;</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Ternyata angkot terus melaju menjauhi gerbang parkir 1 dan semakin menuju ke selatan. Dengan sedikit ragu-ragu ternyata ada papan petunjuk menuju gerbang parkir 2 Candi Boko dengan menyusuri jalan yang tak begitu lebar dengan pemandangan yang ternyata begitu mempesona. Hijaunya persawahan bersanding dengan perbukitan yang panjang nan elok. Tak ada angkutan lain selain langkah kaki. Ternyata memang salah memilih jalan.</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Tapi kesalahan itu tak selalu berakhir dengan kesedihan. Pemandangan yang sebenarnya awam ditemui di jogja dan sekitarnya ternyata menjadi tak biasa jika dinikmati perlahan-lahan dengan langkah kaki yang tak tergesa-gesa. Subhanallah.</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Dengan jalanan yang menanjak menjuju gerbang masuk kawasan Candi Boko, langkah kaki ini terhenti dengan sejenak melihat tangga demi tangga yang mengantarkan setiap langkah menuju sebuah gerbang dengan rumput yang menghijau dan pemandangan jalan jogja-solo di kejauhan dan samar-samar terlihat pesona Candi Prambanan yang anggun.</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Dari Candi Boko-lah, langkah ini ternyata tak hanya berjalan membisu di antara sekian banyak langkah kaki yang lain. Langkah kaki ini belajar untuk berkomunikasi. Membuka pembicaraan dengan yang lain. Bertemu dengan setiap senyuman dan teriakan &#8220;Jogja &#8230; Jogja &#8230;&#8221; dari sekelompok teman baru sungguh membuat senja itu semakin hangat dan mempesona.</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Bahkan ketika tak bisa memasuki Candi Prambanan karena sudah melewati batas waktu, senyuman pun tak henti-hentinya merekah menemani berlalunya senja dalam sebuah kehangatan dan keindahan guratan-guratan kemilaunya di angkasa.</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Ya. Selalu ada teman dalam setiap perjalanan!</em></p>
<p><a href="https://picasaweb.google.com/lh/photo/pQTReI1397t_pABrBIvTidMTjNZETYmyPJy0liipFm0?feat=embedwebsite"><img class="aligncenter" src="https://lh4.googleusercontent.com/-hRq9SynxtDI/T7CMqHFr_-I/AAAAAAAADN0/_NpV_oTcM1s/s288/P1000231.JPG" alt="" width="288" height="205" /></a></p>
<p><a href="https://picasaweb.google.com/lh/photo/95bRu17kDLdOyCeVOCBdjtMTjNZETYmyPJy0liipFm0?feat=embedwebsite"><img class="aligncenter" src="https://lh6.googleusercontent.com/-0t4sEf4hjqI/T7CMx-Le-yI/AAAAAAAADOE/1watEiI2WsU/s288/n1421182449_30198105_9853.jpg" alt="" width="288" height="218" /></a></p></blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.dansapar.com/2012/05/18/selalu-ada-teman-dalam-setiap-perjalanan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sadgenic, Menggalau Bersama Rahne Putri</title>
		<link>http://www.dansapar.com/2012/05/16/saya-sadgenic-book-by-rahne-putri/</link>
		<comments>http://www.dansapar.com/2012/05/16/saya-sadgenic-book-by-rahne-putri/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 May 2012 21:42:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dansapar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Review Buku]]></category>
		<category><![CDATA[review buku]]></category>
		<category><![CDATA[sadgenic]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.dansapar.com/?p=3492</guid>
		<description><![CDATA[Sadgenic Book merupakan buku dari  Rahne Putri. Buku ini terdiri dari potongan cerita pendek dan tulisan singkat yang semula terkumpul di Tumblr Rahne Putri-yang saat itu merupakan salah satu tempat favorit saya untuk blog walking. Dari Tumblr Sadgenic-yang sekarang sudah &#8230; <a href="http://www.dansapar.com/2012/05/16/saya-sadgenic-book-by-rahne-putri/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://picasaweb.google.com/lh/photo/YNzJ8ge8np9aInUpGcopWNMTjNZETYmyPJy0liipFm0?feat=embedwebsite"><img class="aligncenter" src="https://lh6.googleusercontent.com/-8Pcl_Uwm1vg/T7L5XbDKtqI/AAAAAAAADOo/VBR1_kQAD6M/s400/2012-05-15%252011.03.12.jpg" alt="" width="286" height="400" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Sadgenic Book merupakan buku dari  <strong><span style="color: #cc99ff;"><a href="http://rahneputri.com/"><span style="color: #cc99ff;">Rahne Putri</span></a></span></strong>. Buku ini terdiri dari potongan cerita pendek dan tulisan singkat yang semula terkumpul di Tumblr Rahne Putri-yang saat itu merupakan salah satu tempat favorit saya untuk <em>blog walking</em>.</p>
<p style="text-align: justify;">Dari Tumblr Sadgenic-yang sekarang sudah menjadi <span style="color: #cc99ff;"><a href="http://rahneputri.com/"><span style="color: #cc99ff;">www.rahneputri.com</span></a></span>- itu pulalah saya berkesempatan untuk <em>nimbrung</em> hore dalam proyek buku ini. Dari sebuah pinta Nona Sadgenic, Rahne Putri meminta pembaca Sadgenic  untuk ikut berpartisipasi dalam bukunya dengan mengirimkan interprestasi atas apa yang telah dibaca dalam Sadgenic melalui gambar atau foto. Dan, saya mengirimkan 10 buah foto/olahan foto. (Haha! niat!) Alhamdulillah dua buah foto berhasil menghiasi lembar-lembar Sadgenic Book! <em>*sujud-syukur-buang-kancut*</em></p>
<p><a href="https://picasaweb.google.com/lh/photo/f2E7s3_SwRK4yFLNippgU9MTjNZETYmyPJy0liipFm0?feat=embedwebsite"><img class="aligncenter" src="https://lh3.googleusercontent.com/-5Lu5gIZCDE8/T7L5QsP-N9I/AAAAAAAADOY/J5suW5pLaXY/s400/2012-05-15%252010.58.45.jpg" alt="" width="400" height="312" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Sejak mengenal Rahne Putri lewat <span style="color: #cc99ff;"><a href="www.hermesian.wordpress.com"><span style="color: #cc99ff;">The Hermes</span></a></span>, saya sudah suka tulisan-tulisan <em>mellow</em> yang dihasilkannya. Bikin menggalau tiada ujung! Banyak tulisan-tulisan Rahne Putri yang <em>ngena</em> di hati. Dalemm&#8230; Sedalam jurang cinta di masa lalu! EEAA.</p>
<p><a href="https://picasaweb.google.com/lh/photo/e1aH03AjuS1LRG_n9smaDdMTjNZETYmyPJy0liipFm0?feat=embedwebsite"><img class="aligncenter" src="https://lh3.googleusercontent.com/-UYFRcQp7QBU/T7L5UvmOHcI/AAAAAAAADOg/9-0JjFCt06w/s400/2012-05-15%252010.56.44.jpg" alt="" width="302" height="400" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Apalagi ketika sekarang tulisan-tulisan pilihan dari Sadgenic tertuang dalam sebentuk buku, rasanya saya semakin bisa menikmati untaian kata yang diracik Rahne Putri menjadi tiga <em>chapter</em>, yaitu Kotak Surat dan Kamu, Cerita Waktu dan Aku, dan Laci Air Mata.</p>
<p style="text-align: justify;">Di buku ini Rahne Putri meramu pikiran-pikirannya dalam bentuk kata-kata yang memikat. Tengoklah salah satu kutipan ini:</p>
<blockquote>
<p style="padding-left: 30px;"><em>Kau jalan lengang yang membuatku enggan kembali pulang.</em></p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">Tema cinta menjadi bahasan utama dalam Sadgenic. Namun cinta yang disulam Rahne Putri tidak butuh susunan kata yang rumit sehingga sulit dimengerti. Sadgenic menjahit hal-hal di sekitar cinta dengan cara yang memikat; tentang perasaan malu-malu, rindu hingga raut sendu di penghujung senja yang galau.</p>
<blockquote>
<p style="padding-left: 30px;"><em>Palung dalam terletak di matamu. Tatap aku lama-lama, aku senang tenggelam di sana.</em></p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">Rahne Putri juga menghadirkan gaya bercerita baru dengan cerita pendeknya yang ditulis dari petikan kalimat puitis yang saling berbalas antara dia dengan beberapa kawan, semisal Zarry Hendrik dan Alexander Thian.  Cerita duet bersama Zarry Hendrik berjudul &#8216;Langitmu. Langitku. Itu Rindu&#8217; dan &#8216;Percakapan Ruang Tunggu&#8217; tidak boleh terlupa untuk dibaca.</p>
<p style="text-align: justify;">Terkadang Sadgenic pun tampak apa adanya, lugu sekaligus sederhana, namun tersaji dengan sebuah  ketulusan cipta yang menguntai rasa sehingga menghasilkan potongan kisah yang mengalir dengan indah.</p>
<blockquote>
<p style="padding-left: 30px;"><em>Cinta adalah ketika aku seakan tak perlu menoleh kanan kiri untuk menyeberang, karena kau sudah pasti membuatku merasa aman di mana saja.</em></p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-3492"></span>Sadgenic pun akhirnya bisa menjadi terasa dekat dengan pembaca lantaran Rahne Putri mampu merekam kejadian sehari-hari dengan caranya sendiri yang puitis. Kisah tentang hujan, detik, gerhana, rindu, cinta, bahkan hingga <em>keyboard</em> komputer dan<em> tablet effervescent</em> pun ada. Membaca untaian kata-kata Rahne Putri seperti menjahit gerimis tipis dari puncak langit ke bumi untuk bisa dinikmati bersama sang kekasih hati.</p>
<blockquote>
<p style="padding-left: 30px;"><em>&#8220;Kita hanya sepasang sepi yang bersulang di cangkir sendiri-sendiri. Sebelum yang tersisa hanya ampas kopi, aku atau kamu, akan menghampiri,karena jariku tak mampu menghitung kebahagiaan, butuh jemarimu untuk melengkapi.&#8221;</em></p>
</blockquote>
<blockquote>
<p style="padding-left: 30px;"><em>&#8220;Katanya kau akan datang. Itulah mengapa aku betah bertahan.&#8221;</em></p>
</blockquote>
<blockquote>
<p style="padding-left: 30px;"><em>&#8220;Cinta, sesungguhnya akan selalu tepat waktu.  Cek arlojimu, mungkin kamu, yang masih terjebak di himpitan detik yang lalu.&#8221;</em></p>
</blockquote>
<blockquote>
<p style="padding-left: 30px;"><em>&#8220;Ketika malam jatuh ke mataku, ada keheningan yang menjadi saksi, bahwa dalam diam aku masih mendoakanmu. Dan dalam diam, ada seseorang juga yang mendoakanmu.&#8221;</em></p>
</blockquote>
<blockquote>
<p style="padding-left: 30px;"><em>&#8220;Hujan mengetuk-ngetuk jendela tapi kenapa pintu kenanganku yang terbuka.&#8221;</em></p>
</blockquote>
<blockquote>
<p style="padding-left: 30px;"><em>&#8220;Perhiasan yang paling indah untuk dikenakan jemariku itu bukan cincin, tapi genggamanmu.&#8221;</em></p>
</blockquote>
<p>Dan, salah satu hal lagi yang unik dari Sadgenic adalah bagaimana Rahne Putri menguntai kata puitis namun juga menggelitik <del>meski rada bergoyang-goyang dangdut. Hihi.</del> <em>*dikeplakin Rahne*.</em></p>
<blockquote>
<p style="padding-left: 30px;"><em>&#8220;Cinta adalah <strong>merk lem terkuat</strong> yang akan merekatkan kau dan dia selamanya.&#8221;</em></p>
</blockquote>
<blockquote>
<p style="padding-left: 30px;"><em>&#8220;Cinta itu <strong>bertenaga kuda</strong>. Dia akan menciptakan energi yang entah datang dari mana bisa membuatmu cukup kuat.&#8221;</em></p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">Yaps. Sadgenic Book  ini layak untuk dibaca. Banyak kutipan-kutipan yang bisa disalin untuk status di berbagai macam<em> social media.</em> Selain itu, pembaca mungkin bakal <em>nemuin</em> kalimat-kalimat yang bisa jadi &#8216;gue banget&#8217; di Sadgenic Book ini! <em>#peressaputangan *ada serpihan masa lalu yang terbang ke mata ;p</em></p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify; padding-left: 30px;"><span style="color: #008000;"><strong><em>SADGENIC</em></strong></span></p>
<p style="text-align: justify; padding-left: 30px;"><span style="color: #008000;"><em>Immortally Mellow, Silly and Over Romantic</em></span></p>
<p style="text-align: justify; padding-left: 30px;"><span style="color: #008000;">183 Hlm</span></p>
<p style="text-align: justify; padding-left: 30px;"><span style="color: #008000;"><em>Penulis: Rahne Putri</em></span></p>
<p style="text-align: justify; padding-left: 30px;"><span style="color: #008000;"><em>Penyunting: Natha Callista</em></span></p>
<p style="text-align: justify; padding-left: 30px;"><span style="color: #008000;"><em>Konsep dan Pengembangan Desain: Rizqa Abidin &amp; Futih Al Jihadi (What If Artwork)</em></span></p>
<p style="text-align: justify; padding-left: 30px;"><span style="color: #008000;"><em>Eksekusi Desain Sampul: M. Faizal Fikri &amp; Feransis</em></span></p>
<p style="text-align: justify; padding-left: 30px;"><span style="color: #008000;"><em>Eksekusi Kolase: Vantiane</em></span></p>
<p style="text-align: justify; padding-left: 30px;"><span style="color: #008000;"><em>Eksekusi Lay Out: Futih Al Jihadi, Ganjar Fachrudin, Nugraha Hernandha I.</em></span></p>
<p style="text-align: justify; padding-left: 30px;"><span style="color: #008000;"><em>Penerbit: Kurniaesa Publishing</em></span></p>
</blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.dansapar.com/2012/05/16/saya-sadgenic-book-by-rahne-putri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Berburu Pantai di Jogja</title>
		<link>http://www.dansapar.com/2012/05/15/berburu-pantai-di-jogja/</link>
		<comments>http://www.dansapar.com/2012/05/15/berburu-pantai-di-jogja/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 May 2012 00:19:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dansapar</dc:creator>
				<category><![CDATA[DI Yogyakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Travelogue]]></category>
		<category><![CDATA[diy]]></category>
		<category><![CDATA[travelogue]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.dansapar.com/?p=3366</guid>
		<description><![CDATA[*Di Puncak Asmara (Pantai Siung)* Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) atau lebih akrab disebut Jogja memang mempunyai alam yang istimewa. Dengan luas 3.185,80 km2 Keindahan Jogja membentang dari puncak gunung hingga tepian samudra. Dengan bentang alam yang memesona tersebut sekaligus didukung pula &#8230; <a href="http://www.dansapar.com/2012/05/15/berburu-pantai-di-jogja/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://picasaweb.google.com/lh/photo/Iq92vUCsChj6BZRJRu7t69MTjNZETYmyPJy0liipFm0?feat=embedwebsite"><img class="aligncenter" src="https://lh4.googleusercontent.com/-RlYUhmhrV_E/T6jXga5iFXI/AAAAAAAADM0/0-L-IJs5SbE/s400/IMG_0808.JPG" alt="" width="400" height="268" /></a></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #ff6600;"><em>*Di Puncak Asmara (Pantai Siung)*</em></span></p>
<p style="text-align: justify;">Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) atau lebih akrab disebut Jogja memang mempunyai alam yang istimewa. Dengan luas 3.185,80 km2 Keindahan Jogja membentang dari puncak gunung hingga tepian samudra. Dengan bentang alam yang memesona tersebut sekaligus didukung pula dengan kekhasan budayanya, nggak heran jika akhirnya Jogja menjelma menjadi salah satu daerah tujuan wisata favorit di Indonesia. Dan, salah satu keindahan Jogja tampak sangat jelas di hamparan pantai yang membentang di tiga kabupaten di provinsi istimewa ini yang berbatasan langsung dengan Samudera Hindia di sisi selatannya. Tiga kabupaten tersebut adalah Kabupaten Kulonprogo di paling barat, kemudian Kabupaten Bantul, dan terakhir Kabupaten Gunung Kidul di sisi timur.  Kalo liat peta tampak cukup panjang daerah di Jogja yang berbatasan langsung dengan laut! Apalagi kalo cuman untuk guling-gulingan.<em> *kurang kerjaan banget, deh!*</em></p>
<p style="text-align: justify;">Maka, kegiatan berburu pantai di Jogja itu nggak kalah serunya dengan maen Angry Birds! EEAA</p>
<p style="text-align: justify;">Pantai Parangtritis atau Trio BKK (Baron, Krakal, Kukup) memang namanya cukup &#8216;bergema-bergema-di-hati-penggemarnya&#8217; , bahkan dikenal hingga luar Jogja. Namun sebenarnya pantai di Jogja nggak cuman itu saja, <em>lho</em>. Masih banyak pantai-pantai di Jogja! Bahkan kalo diliat <em>list</em> pantai di Gunung Kidul versi <a href="http://www.wisatagunungkidul.com/2010/08/daftar-obyek-wisata-pantai-gunungkidul.html">situs wisata gunung kidul</a> saja saya merasa malu karena nggak sampe setengahnya yang berhasil saya kunjungin, hiks! Padahal, pantai-pantai di Jogja nggak cuman di Gunung Kidul aja, masih ada di Bantul hingga Kulonprogo. Nah, lho! Butuh berapa lama tuh untuk muterinnya? Hihi.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebenarnya saya sendiri sudah mengunjungi minimal satu pantai di masing-masing kabupaten, namun memang cukup banyak yang belum pernah dijadikan tempat buat ajang narsis sehingga saya merasa harus bikin list pantai di Jogja yang harus saya kunjungi suatu saat nanti! <em>So</em>, mari berburu pantai di Jogja! <em>*telepon rajawali milik Indosiar untuk nganterin</em></p>
<h3 style="text-align: justify;"><span style="color: #008000;"><strong>@Pantai di Kabupaten Kulonprogo, Jogja</strong></span></h3>
<p style="padding-left: 30px; text-align: justify;">Pantai-pantai di kabupaten dengan ibukota di Wates ini memang tampak kurang berasa gaungnya dibandingkan dengan pantai-pantai di dua kabupaten lainnya. Salah satu pantai yang pernah saya kunjungi adalah Pantai Glagah  beberapa tahun silam pas saya baru saja lulus kuliah<del> dan sekurus tiang listrik</del>.</p>
<p style="padding-left: 30px;"><a href="https://picasaweb.google.com/lh/photo/afnJ4ZpAIRG7oKY1qJNLKdMTjNZETYmyPJy0liipFm0?feat=embedwebsite"><img class="aligncenter" src="https://lh5.googleusercontent.com/-3UsfPaFXEeU/TwvPuAAdCTI/AAAAAAAACmc/U6w23ZNIO1I/s288/IMGP0931.JPG" alt="" width="288" height="184" /></a></p>
<p style="padding-left: 30px; text-align: center;"><span style="color: #ff6600;"><em>*Pantai Glagah di Tahun 2007*</em></span></p>
<p style="padding-left: 30px; text-align: justify;">Sebenarnya selain Pantai Glagah masih terdapat pantai lainnya, seperti Pantai Trisik dan Pantai Congot. Untuk Pantai Congot sendiri  sebenarnya berdekatan dengan Pantai Glagah (ke arah barat-cmiiw) namun karena letaknya berada di dekat muara sungai, saat itu saya dan teman-teman urung untuk mampir dan malah bablas hingga ke Pantai Ketawang di Purworejo.</p>
<p style="padding-left: 30px;"><a href="http://traveljogja.com/wp-content/uploads/2012/02/pantai-glagah-yogyakarta.jpg"><img class="aligncenter" src="http://traveljogja.com/wp-content/uploads/2012/02/pantai-glagah-yogyakarta.jpg" alt="" width="271" height="180" /></a></p>
<p style="padding-left: 30px; text-align: center;"><span style="color: #ff6600;"><em>*Pantai Glagah (sumber: <a href="http://traveljogja.com/wp-content/uploads/2012/02/pantai-glagah-yogyakarta.jpg"><span style="color: #ff6600;">travel jogja</span></a>)*</em></span></p>
<p style="padding-left: 30px; text-align: justify;">Sedangkan apabila berjalan ke arah timur dari Pantai Glagah akan ditemui Pantai Trisik. Menurut informasi di <a href="http://www.yogyes.com/id/yogyakarta-tourism-object/beach/trisik/">Yogyes</a>, pantai ini memiliki suasana pedesaan di pesisir yang mayoritas memiliki mata pencarian sebagai nelayan. Selain itu terdapat pula Tempat Pelelangan Ikan di dekat Pantai Trisik.</p>
<p style="padding-left: 30px;"><a href="http://www.yogyes.com/en/yogyakarta-tourism-object/beach/trisik/Trisik+1.jpg"><img class="aligncenter" src="http://www.yogyes.com/en/yogyakarta-tourism-object/beach/trisik/Trisik+1.jpg" alt="" /></a></p>
<p style="padding-left: 30px; text-align: center;"><span style="color: #ff6600;"><em>*Pantai Trisik (Sumber: Yogyes)*</em></span></p>
<p style="padding-left: 30px; text-align: justify;">Dan, salah satu keistimewaan lain dari Pantai Trisik adalah pantai merupakan salah satu tempat persinggahan burung migran dari berbagai wilayah.</p>
<p style="padding-left: 30px; text-align: justify;">Huwiss, keren, deh! Tapi ternyata masih ada pantai lain, lho. Hasil <em>googling</em> (yang menurut <a href="http://pegawainegerisexy.blogspot.com/2012/01/dakwah-ke-tasikmalaya-dan-majalaya-i.html">Roid</a> si PNS Sexy itu udah kayak Bismillah sebelum makan) di blog <a href="http://korden.multiply.com/photos/album/69/Pantai_Bugel_Yogyakarta_Kawasan_Kulon_Progo?&amp;show_interstitial=1&amp;u=%2Fphotos%2Falbum">INI</a> saya nemuin satu pantai lagi di Kulonprogo dengan nama Pantai Bugel yang berada di antara Pantai Trisik dan Pantai Glagah.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://korden.multiply.com/photos/album/69/Pantai_Bugel_Yogyakarta_Kawasan_Kulon_Progo#6"><img class="aligncenter" style="border-style: initial; border-color: initial; border-width: 0px;" src="http://multiply.com/mu/korden/image/1/photos/69/500x500/6/IMG-2070.jpg?et=A3FBpG8yy7pWMuMfwNP35Q&amp;nmid=217331747" alt="" width="300" height="224" border="0" /></a><em></em></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #ff6600;"><em> *Pantai Bugel Kulonprogo (<a href="http://korden.multiply.com/photos/photo/69/6"><span style="color: #ff6600;">Sumber</span></a>)*</em></span></p>
<h3 style="text-align: justify;"><span style="color: #008000;"><strong>@Pantai di Kabupaten Bantul Jogja</strong></span></h3>
<p style="text-align: justify; padding-left: 30px;">Pantai Parangtritis dengan segala kisahnya menjadi primadona tersendiri di kabupaten ini, namun sebenarnya masih ada pantai-pantai lain di Bantul yang nggak kalah memikatnya.</p>
<p style="padding-left: 30px;"><a href="http://www.yogyes.com/en/yogyakarta-tourism-object/beach/parangtritis/Parangtritis-1.jpg"><img class="aligncenter" src="http://www.yogyes.com/en/yogyakarta-tourism-object/beach/parangtritis/Parangtritis-1.jpg" alt="" width="305" height="229" /></a></p>
<p style="padding-left: 30px; text-align: center;"><span style="color: #ff6600;"><em>*Pantai Parangtritis via Yogyes*</em></span></p>
<p style="text-align: justify; padding-left: 30px;">Berdasarkan situs resmi <a href="http://dprd.bantulkab.go.id/pantai.php">DPRD Bantul</a> terdapat tiga kawasan wisata pantai di sini, yakni Kawasan Wisata Parangtritis, Kawasan Wisata Samas dan Kawasan Wisata Pandansimo.</p>
<p style="text-align: justify; padding-left: 30px;">Kawasan Wisata Parangtritis sendiri merupakan kawasan wisata yang paling tersohor. Terakhir saya berkunjung ke sini pada tahun 2008 make motor bareng teman-teman yang sedang kuliah di Jogja. Hanya bermodalkan kamera VGA saya tampak kesulitan untuk mengabadikan keindahan Parangtritis. *terjadul*<span id="more-3366"></span></p>
<p style="padding-left: 30px;"><a href="https://picasaweb.google.com/lh/photo/tFesddPGUGEp-V05crXGb9MTjNZETYmyPJy0liipFm0?feat=embedwebsite"><img class="aligncenter" src="https://lh6.googleusercontent.com/-2kCjeoXnv4M/T6jXH_UmLvI/AAAAAAAADMk/mEYTeAYFD5o/s400/page.jpg" alt="" width="267" height="400" /></a></p>
<p style="text-align: justify; padding-left: 30px;">Kawasan Parangtritis ini sebenarnya memiliki beberapa pantai selain Parangtritis, seperti Pantai Parangendog, Pantai Parangkusumo, Pantai Parangharjo dan Pantai Depok yang terkenal dengan wisata kulinernya.</p>
<p style="text-align: justify; padding-left: 30px;">Selain itu masih ada satu tempat yang mepet pantai dimana saya pengin banget ke sana, yakni Gumuk Pasir, yang meskipun bukan padang pasir namun tetap menggoda untuk dikunjungi meskipun sebenarnya emang udah pernah lihat namun belum puas aja kalo belum <em>explore</em>. Apalagi konon gumuk pasir ini merupakan satu-satunya fenomena alam yang ada di Asia Tenggara!</p>
<p><a href="http://a5.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/249825_2111651797405_1428950422_2522854_1999824_n.jpg"><img class="aligncenter" src="http://a5.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/249825_2111651797405_1428950422_2522854_1999824_n.jpg" alt="" width="240" height="346" /></a></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #ff6600;"><em>*Gumuk Pasir Parangtritis (<a href="http://landscapeindonesia.com/location/jawa/46-yogyakarta/256-gumuk-pasir-parangtritis"><span style="color: #ff6600;">Sumber</span></a>)*</em></span></p>
<p style="padding-left: 30px;">Kawasan wisata kedua, yakni Samas memiliki pantai seperti Pantai Samas, Pantai Patihan, Pantai Goa Cemara dan satu mercusuar yang membelah langit Jogja! Beruntung saya sudah pernah mendaki mercusuar ini beberapa tahun yang lalu. Keren banget kalo pas cuacanya bagus! Sayang dulu pas mendung.</p>
<p style="padding-left: 30px;"><a href="https://picasaweb.google.com/lh/photo/Z_UFeQLH3nOZpLXipt1ZktMTjNZETYmyPJy0liipFm0?feat=embedwebsite"><img class="aligncenter" src="https://lh3.googleusercontent.com/-oHJA-RuwP60/T6jw8tSYumI/AAAAAAAADNA/x1hGoBX8PE0/s400/page2.jpg" alt="" width="280" height="280" /></a></p>
<p style="padding-left: 30px;"><a href="https://picasaweb.google.com/lh/photo/yYpejRyUn1wAw6hLMsJ6ktMTjNZETYmyPJy0liipFm0?feat=embedwebsite"><img class="aligncenter" src="https://lh5.googleusercontent.com/-cbbwHrPYkD0/T6jw-_Qhx8I/AAAAAAAADNI/mvPzm7wsOJg/s400/page3.jpg" alt="" width="280" height="280" /></a></p>
<p style="padding-left: 30px; text-align: justify;">Kawasan wisata di Bantul berikutnya adalah Pandansimo. Hampir semua pantai di Pandansimo ini belum pernah saya jelajahi. Beberapa pantai yang berada di sini adalah Pantai Pandansimo, Pantai Kwaru yang memiliki kemiripan dengan Pantai Goa Cemara karena kawasan pantainya ditumbuhi pohon cemara udang, dan Pantai Baru di Srandakan yang saya ketahui dari blog <a href="http://arifatih.wordpress.com/2012/01/30/pantai-baru-satu-lagi-pesona-pantai-di-bantul/">ini.</a></p>
<h3> <span style="color: #008000;"><strong>@Pantai di Kabupaten Gunung Kidul, Jogja</strong></span></h3>
<p style="padding-left: 30px; text-align: justify;">Meskipun tampak cukup gersang namun Gunung Kidul menyimpan pesona pantai indah, termasuk pantai dengan pasir putih!</p>
<p style="padding-left: 30px;"><a href="https://picasaweb.google.com/lh/photo/WTtxEG4lghTxXt_Dwj6T5dMTjNZETYmyPJy0liipFm0?feat=embedwebsite"><img class="aligncenter" src="https://lh5.googleusercontent.com/-1bC7PWzb5ps/T6jXIaujnyI/AAAAAAAADMo/JZDfGSJ2xnk/s400/IMG_0806.JPG" alt="" width="400" height="268" /></a></p>
<p style="padding-left: 30px; text-align: center;"><span style="color: #ff6600;"><em>*Pantai Siung*</em></span></p>
<p style="padding-left: 30px; text-align: justify;">Seperti yang sudah saya sebutkan di awal jika saya sendiri belum bisa mengunjungi separuh dari jumlah pantai di kabupaten ini karena saking banyaknya. Berikut list pantai yang saya dapat dari <a href="http://www.wisatagunungkidul.com/2010/08/daftar-obyek-wisata-pantai-gunungkidul.html">situs wisata gunung kidul</a>:</p>
<blockquote>
<p style="padding-left: 60px; text-align: left;"><em>Pantai Banyunibo , Pantai Baron, Pantai Busung, </em><em>Pantai Butuh, </em><em>Pantai Drini, </em> <em>Pantai Gesing, </em><em>Pantai Grigak</em>, <em>Pantai Jagang Kulon, </em><em>Pantai Jogan Wetan, </em><em>Pantai Karangtelu,</em> <em>Pantai Kelosirat, </em><em>Pantai Kesirat, </em><em>Pantai Klampok, </em><em>Pantai Klumpit, Pantai Krakal, </em><em>Pantai Krokoh, Pantai kukup, </em><em>Pantai Lambor,</em> <em>Pantai Langkap, </em><em>Pantai Muncar, </em><em>Pantai Nampu, </em><em>Pantai Ngandong,</em> <em>Pantai Ngetun, Pantai Ngobaran</em>, <em>Pantai Ngondo, </em><em>Pantai Ngrenehan, </em><em>Pantai Nguluran, </em><em>Pantai Ngungap,</em><em>Pantai Ngunggah, </em><em>Pantai Nguyahan,</em> <em>Pantai Pakundon, </em><em>Pantai Parangedong,</em> <em>Pantai Parangracuk, </em><em>Pantai Sadeng,</em><em>Pantai Sawahan, </em><em>Pantai Sepanjang, </em><em>Pantai Siung, </em><em>Pantai Slili,</em> <em>Pantai Songlibeg, Pantai Sundak</em>, <em>Pantai Timang,</em>  <em>Pantai Torohudan, </em><em>Pantai Watugupit,</em> <em>Pantai Watutogok,</em> <em>Pantai Wediombo,</em> <em>Pantai Weru.</em></p>
</blockquote>
<p style="padding-left: 30px; text-align: justify;">Gila,  Banyak banget pantai di Gunung Kidul! Berasa <em>girlband</em>, deh! <em>*tetiba terdengar koor i want youuu.. i need you &#8230; i love you&#8230;.*</em> Sebenarnya jika mo berburu pantai di Gunung Kidul emang lebih baik menggunakan kendaraan pribadi, baik mobil atau motor. Tiga kali menjelajah pantai di Gunung Kidul, dua kalinya saya menggunakan motor sehingga bisa masuk ke pantai-pantai yang sebenarnya saya pun tidak tahu namanya kecuali yang memang sudah ada papan namanya, seperti Pantai Trio Baron Krakal Kukup yang jaraknya berdekatan, trus Pantai Sundak.</p>
<p style="padding-left: 30px; text-align: justify;">Berburu pantai di Gunung Kidul menggunakan motor memang memberikan keseruan tersendiri karena jalanan yang penuh tanjakan dan turunan yang berliku sanggup memberikan sensasi yang W-O-W! Terlebih jalan sepi sehingga bisa puas untuk menikmati pemandangan yang ada. Namun jangan lupa siapin jaket atau pake sunblock biar nggak gosong! Panasnya menyengat banget kalo pas musim kemarau.</p>
<p style="padding-left: 30px;"><a href="https://picasaweb.google.com/lh/photo/UrzzZiX6p0f3nMTQlrr03dMTjNZETYmyPJy0liipFm0?feat=embedwebsite"><img class="aligncenter" src="https://lh6.googleusercontent.com/-hg0G-hHmMpQ/T6jW--hu1-I/AAAAAAAADMc/k5xMzz_VYmU/s400/IMG_0701.JPG" alt="" width="400" height="268" /></a></p>
<p style="padding-left: 30px;"><a href="https://picasaweb.google.com/lh/photo/efHI6ETfTTwnr1qWWzJtS9MTjNZETYmyPJy0liipFm0?feat=embedwebsite"><img class="aligncenter" src="https://lh4.googleusercontent.com/-cBcRvvxBZtU/TwvKC2bVDYI/AAAAAAAAClg/kV1t-G4H3fs/s400/page.jpg" alt="" width="400" height="400" /></a></p>
<p style="padding-left: 30px; text-align: justify;">Beberapa pantai di Gunung Kidul sudah pernah saya kunjungi, seperti Pantai BKK (Baron, Krakal, Kukup), Pantai Siung, dan beberapa pantai yang tidak saya tahu namanya karena saya lupa namanya. Haha!</p>
<p style="padding-left: 30px; text-align: justify;">Gunung Kidul memang sangat memesona untuk urusan pantai. Sangat layak untuk dijelajahi! Dan, saya pun nggak sabar untuk berburu pantai di Jogja, khususnya Gunung Kidul ini!</p>
<p><a href="https://picasaweb.google.com/lh/photo/Ule-QBgsy2awTpnVnJRaCdMTjNZETYmyPJy0liipFm0?feat=embedwebsite"><img class="aligncenter" src="https://lh5.googleusercontent.com/-XtltPo73MzQ/TwvJCRx41CI/AAAAAAAACkY/ZC4m9dw-4gY/s400/100_1606.JPG" alt="" width="400" height="301" /></a></p>
<p><a href="https://picasaweb.google.com/lh/photo/obeinXVETUlghRME9VRA3NMTjNZETYmyPJy0liipFm0?feat=embedwebsite"><img class="aligncenter" src="https://lh4.googleusercontent.com/-IZ354cwiVbw/TwvInoVazfI/AAAAAAAACkI/EzQSZBaaql8/s400/100_1613.JPG" alt="" width="400" height="301" /></a></p>
<p><a href="https://picasaweb.google.com/lh/photo/-bm6Wvk-KDGRMH9q_RUtiNMTjNZETYmyPJy0liipFm0?feat=embedwebsite"><img class="aligncenter" src="https://lh6.googleusercontent.com/-j4grwDEZwpc/TwvJk-L733I/AAAAAAAACkw/A5yAOk0V9qA/s400/100_1691.JPG" alt="" width="400" height="301" /></a></p>
<p><a href="https://picasaweb.google.com/lh/photo/gxFXKFX9wGnYrbG9IiMBt9MTjNZETYmyPJy0liipFm0?feat=embedwebsite"><img class="aligncenter" src="https://lh6.googleusercontent.com/-eYjEb7emBOo/TwvJPnhUKhI/AAAAAAAACkg/EdmQzpxEXFw/s400/DSC06120.JPG" alt="" width="400" height="300" /></a></p>
<p><a href="https://picasaweb.google.com/lh/photo/qRp8iW5WXYmehibF1Ww23tMTjNZETYmyPJy0liipFm0?feat=embedwebsite"><img class="aligncenter" src="https://lh6.googleusercontent.com/-fJGGO2s4y6I/TwvKD1e3_LI/AAAAAAAAClo/0HQZIJoCgM0/s400/page2.jpg" alt="" width="400" height="400" /></a></p>
<p><a href="https://picasaweb.google.com/lh/photo/rmVEZpmX4u1tPrleMZFoQdMTjNZETYmyPJy0liipFm0?feat=embedwebsite"><img class="aligncenter" src="https://lh4.googleusercontent.com/-v6rCK1CFNgw/TwvKFEwwvKI/AAAAAAAAClw/FcQJdHE5BOY/s400/page3.jpg" alt="" width="400" height="400" /></a></p>
<p style="text-align: center;"> <em>*Sumber Foto: Danang Ari &amp; Dan Sapar*</em></p>
<p style="text-align: justify; padding-left: 30px;">Beberapa foto pantai lain di Gunung Kidul bisa dilihat di <a href="http://www.pesonagunungkidul.com/">SINI</a>. Dan, di antara banyak pantai di Gunung Kidul tersebut saya tertarik banget untuk ngunjungin Pantai Indrayanti, Pantai Ngobaran, dan Pantai Timang.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.yogyes.com/en/yogyakarta-tourism-object/beach/indrayanti/Indrayanti-2.jpg"><img class="aligncenter" src="http://www.yogyes.com/en/yogyakarta-tourism-object/beach/indrayanti/Indrayanti-2.jpg" alt="" width="378" height="284" /></a></p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.yogyes.com/en/yogyakarta-tourism-object/beach/ngobaran/Ngobaran-1.jpg"><img class="aligncenter" src="http://www.yogyes.com/en/yogyakarta-tourism-object/beach/ngobaran/Ngobaran-1.jpg" alt="" width="378" height="284" /></a></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #ff6600;"><em>*Pantai Indrayanti &amp; Ngobaran, Sumber Yogyes*</em></span></p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.besttravelpictures.com/wp-content/uploads/2012/03/Timang-Beach-Wonosari-Gunung-Kidul-Jogja-Yogyakarta.jpg"><img class="aligncenter" src="http://www.besttravelpictures.com/wp-content/uploads/2012/03/Timang-Beach-Wonosari-Gunung-Kidul-Jogja-Yogyakarta.jpg" alt="" width="368" height="277" /></a></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #ff6600;"><em>Pantai Timang (<a href="http://www.besttravelpictures.com/wp-content/uploads/2012/03/Timang-Beach-Wonosari-Gunung-Kidul-Jogja-Yogyakarta.jpg"><span style="color: #ff6600;">Sumber</span></a>)</em></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.dansapar.com/2012/05/15/berburu-pantai-di-jogja/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Seru di Jalan</title>
		<link>http://www.dansapar.com/2012/05/14/seru-di-jalan/</link>
		<comments>http://www.dansapar.com/2012/05/14/seru-di-jalan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 13 May 2012 23:27:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dansapar</dc:creator>
				<category><![CDATA[DI Yogyakarta]]></category>
		<category><![CDATA[DKI Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Jawa Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Jawa Tengah]]></category>
		<category><![CDATA[di yogyakarta]]></category>
		<category><![CDATA[dki jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[jawa barat]]></category>
		<category><![CDATA[jawa tengah]]></category>
		<category><![CDATA[travelogue]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.dansapar.com/?p=3426</guid>
		<description><![CDATA[Melakukan perjalanan semalaman dengan menggunakan kendaraan pribadi sangat jarang  saya lakukan. Untuk perjalanan jarak jauh yang membutuhkan waktu sepertiga hari saya selalu memilih menggunakan bus kota, kereta api atau pesawat. Kendaraan yang menyerupai mobil pribadi yang cukup sering dipake hanyalah &#8230; <a href="http://www.dansapar.com/2012/05/14/seru-di-jalan/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://picasaweb.google.com/lh/photo/CM2lwhc8rEMXsQqHYNhFj9MTjNZETYmyPJy0liipFm0?feat=embedwebsite"><img class="aligncenter" src="https://lh3.googleusercontent.com/-lWKKCKHeh60/T6dpnuGBF-I/AAAAAAAADK4/UjwcOMtrd2s/s400/P1090462.JPG" alt="" width="400" height="301" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Melakukan perjalanan semalaman dengan menggunakan kendaraan pribadi sangat jarang  saya lakukan. Untuk perjalanan jarak jauh yang membutuhkan waktu sepertiga hari saya selalu memilih menggunakan bus kota, kereta api atau pesawat. Kendaraan yang menyerupai mobil pribadi yang cukup sering dipake hanyalah travel Jakarta &#8211; Jogja PP atau Jakarta &#8211; Klaten PP. Itupun berasa banget kaki saya tertekuk-tekuk hingga membuat sempoyongan ketika sampe di tempat tujuan.</p>
<p style="text-align: justify;">Namun ketika saya diajak turut serta duduk di samping kemudi (baca: nebeng) pulang ke Klaten oleh teman-teman yang mau liburan di Jogja menggunakan mobil pribadi, saya pun luluh! (baca: mo ngirit)</p>
<p style="text-align: justify;">Perjalanan Jakarta &#8211; Jogja PP yang butuh waktu semalaman memang tampak nyaman di pantat dan kaki karena saya duduk di depan, namun sayangnya mata saya nggak bisa nyaman karena nggak enak sama teman yang lagi nyetir kalo saya tinggal tidur dengan damai sepanjang perjalanan. Namun karena pergi bareng teman-teman makanya seru-seru aja, sih! Bisa bercanda dan saling nyinyir-nyinyiran! Hahaha.</p>
<p><a href="https://picasaweb.google.com/lh/photo/bqxG-VbPVNMLTOyrk1XlAtMTjNZETYmyPJy0liipFm0?feat=embedwebsite"><img class="aligncenter" src="https://lh3.googleusercontent.com/-iErX9Ot5PVk/T6dppDEL5LI/AAAAAAAADLA/s1MHS3vvA8E/s400/260220101183.jpg" alt="" width="400" height="301" /></a></p>
<p><a href="https://picasaweb.google.com/lh/photo/9oPu4PKUYvgIwaQEAcTpNtMTjNZETYmyPJy0liipFm0?feat=embedwebsite"><img class="aligncenter" src="https://lh5.googleusercontent.com/-8TEnjmpVgoU/T6dp_vHraNI/AAAAAAAADLQ/UA6R7J9oMZw/s400/P1090487.JPG" alt="" width="400" height="272" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Terlebih ketika hari sudah pagi dan jarak pandang lebih jauh, saya lebih bisa menikmati perjalanan karena berasa nemuin hal-hal bari dari balik jendela mobil yang sebelumnya belum pernah saya temuin. Apalagi perjalanan ke Jakarta &#8211; Jogja ini melintasi jalur selatan dimana saya cukup jarang melaluinya. Saya jadi mengenal beberapa tempat baru yang sebelumnya nggak pernah tahu.  Entah kenapa dengan melakukan perjalanan dengan cara yang baru saja saya sudah cukup menikmati perjalanan itu. Tidak peduli dengan ngantuknya mata, tidak peduli dengan pegelnya punggung. Terlebih saya tidak ikutan untuk jalan-jalan di Jogja, namun langsung nerusin perjalanan ke Klaten. Namun saya benar-benar menikmati pengalaman baru melakukan perjalanan menggunakan kendaraan pribadi dengan segala beban berat di mata, yang nggak bisa saya temuin ketika saya menggunakan bus/kereta karena biasanya saya gampang banget tidurnya. Hahaha.</p>
<p><a href="https://picasaweb.google.com/lh/photo/AABHTKxpsIOoiW6vlzjgqNMTjNZETYmyPJy0liipFm0?feat=embedwebsite"><img class="aligncenter" src="https://lh5.googleusercontent.com/-DXWWlWArwJk/T6dqNtYvwzI/AAAAAAAADLg/4jHDlH35QIc/s400/P1090492.JPG" alt="" width="400" height="302" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Bagi saya, perjalanan semacam ini saja sudah memberikan keseruan tersendiri. Terlepas apapun ending-nya, bisa jadi saya ikutan jalan-jalan ke Jogja atau bahkan ketika saya akhirnya memutuskan untuk langsung pergi ke Klaten. Perjalanan menemukan hal-hal baru itu yang membuat saya menikmati perjalanan itu, termasuk perjalanan saya dengan keempat teman saya dari Jakarta ke Jogja dan sebaliknya. Menikmati waktu bersama selama perjalanan. Mencari sarapan bareng meski akhirnya cuman ketemu soto ayam yang tidak sesuai harapan atau mencari masjid di tengah kota Jogja demi mengejar sholat Jumat.<span id="more-3426"></span></p>
<p><a href="https://picasaweb.google.com/lh/photo/n7yU-HTtzFxPJOErGvNj69MTjNZETYmyPJy0liipFm0?feat=embedwebsite"><img class="aligncenter" src="https://lh3.googleusercontent.com/-9yVanu4S8NI/T6dphNnnF3I/AAAAAAAADKw/vfIbsNjT-1k/s400/260220101180.jpg" alt="" width="400" height="337" /></a></p>
<p><a href="https://picasaweb.google.com/lh/photo/6QNZ6dJ37EqMm5rXauS74dMTjNZETYmyPJy0liipFm0?feat=embedwebsite"><img class="aligncenter" src="https://lh5.googleusercontent.com/-XssNvYLnkYY/T6dqGx1iS2I/AAAAAAAADLY/uafeZ1Dk6lw/s400/P1090502.JPG" alt="" width="400" height="301" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Perjalanan juga bisa memberikan makna lebih dalam ketika menikmati matahari yang baru saja terbit dengan meminggirkan mobil di tempat antah berantah  atau sekedar menikmati terbenamnya matahari dari dalam mobil sambil bercengkerama. Dan, begitu pula dengan menikmati  waktu istirahat dengan mendamparkan diri  di Alun-Alun Ciamis di tengah malam. Perjalanan itu menawarkan keseruan tersendiri!</p>
<p><a href="https://picasaweb.google.com/lh/photo/KCLT7hOIIxmPGkX57W-fbdMTjNZETYmyPJy0liipFm0?feat=embedwebsite"><img class="aligncenter" src="https://lh6.googleusercontent.com/-FU2IBLxFDtU/T6dpzLIiKwI/AAAAAAAADLI/dEodXvHbT0Q/s400/P1090481.JPG" alt="" width="301" height="400" /></a></p>
<p style="text-align: center;"><a href="https://picasaweb.google.com/lh/photo/hZZwudLHE2AEqkRBI1kJS9MTjNZETYmyPJy0liipFm0?feat=embedwebsite"><img class="aligncenter" src="https://lh6.googleusercontent.com/-3pZiATKKxZw/T6dqSAWSSkI/AAAAAAAADLo/_gfHFLTyadM/s400/P1090533.JPG" alt="" width="301" height="400" /></a></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #ff6600;"><em>*Korban Razia Orang Muka Jelek*</em></span></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.dansapar.com/2012/05/14/seru-di-jalan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

