Kulineran di Manado

*Bubur Tinutuan*

Berkesempatan tinggal bersama warga lokal memberikan pengalaman berkuliner berbeda dengan plesiran biasanya. Kali ini saya benar-benar menjajal kuliner Manado yang dibuat langsung dari dapur rumah bukan dapur restoran. Sungguh sebuah kesempatan langka dan sulit terlupakan.

Tinggal beberapa hari di Manado membuat saya sedikit banyak belajar beradaptasi dengan makan ala Manado yang jauh lebih pedas jika dibandingkan dengan santapan sehari-hari saya yang lahir dan besar di Klaten.

Sempat megap-megap saat menyantap ikan bobara bakar dengan dabu-dabu iris yang disajikan di atas meja makan, namun tidak membuat saya kecewa dengan kuliner Manado. Dabu-dabu irisnya mantap banget, begitupun  dengan ikan bobara bakarnya.

Benar-benar nggak cuman bisa bikin perut kenyang namun juga puas!

*Ikan Bobara Bakar & Dabu-Dabu Iris*

Selain kaya dengan ragam ikan laut, Manado dan sekitarnya juga memiliki sumber protein lezat dari air tawarnya. Di Kotamobagu saya diajak menjajal salah satu  Mujair goreng di Warung Seafood …. Lamongan. Haha!

Ya, meskipun warung seafood-nya ala Lamongan, namun khan nggak mungkin juga Mujairnya ‘diimpor’ dari Lamongan, kan?

Selain Mujair Goreng yang lezat itu, saya juga berkesempatan mencicipi Mujair Bakar ala dapur rumahan. Mujair bakar ini disajikan dengan ‘toping’ tumbukan cabe di atasnya. Ngeliatnya aja udah menggairahkan banget kan?

Padahal saya sendiri nggak mungkin ngambil semua cabe itu karena nggak doyan pedas. Haha!

*Mujair Goreng*

*

*Mujair Bakar*

Selain itu, saya berkesempatan pula menjajal kuliner khas Manado, yaitu Tinutuan. Keistimewaan Tinutuan yang saya coba adalah hasil bikin dari dapur warga lokal yang nggak dijual di manapun, termasuk Wakeke.

Saya seneng banget bisa mencicipi masakan rumahan, terlebih itu adalah makanan khas daerah tersebut seperti Bubur Tinutuan yang maknyos banget rasanya.  Bubur Tinutuan yang saya coba ini berisi sayuran, nasi, jagung, dan singkong. Rasanya segar di tenggorokan. Endang bambang!

Bubur Tinutuan ini ternyata bisa dikombinasiin dengan mie. Bubur Manado yang dicampur dengan mie ini dinamakan Midal.  Sayang saya hanya bisa melihat saat saya memilih sarapan dengan nasi kuning dengan abon cakalang.

*Midal*

*Nasi Kuning Abon Cakalang*

Dan, yang rada lucu adalah saya pengin banget nyobain bakso ala Manado. Kadang makanan yang gampang dijumpai di mana-mana mampu menyuguhkan kekhasan daerah. Semangkok Bakso Solo yang dijual di Manado emang nggak beda jauh bentuk dan isinya: mangkoknya masih sama, baksonya masih bulat-bulat, ada mie-nya, sekaligus ada tahunya. Hanya kuahnya saja yang sedikit keruh, bukan bening, serta pasti sambalnya yang juara! Pedasss!

Semangkok bakso di Manado ini makin lengkap disantap dengan ditemani seporsi Es Brenebon alias es kacang merah sehingga abis megap-megap kepedasan bisa langsung diobati dengan manisnya es brenebon ini! Sempurna!

*Bakso dan Es Brenebon*

Memang ada beberapa kuliner khas Manado yang belum sempat dicicipi. Mungkin di kemudian hari, saya akan pasiar ke Manado dengan misi khusus, yaitu gerilya kuliner. Haha!

Tapi ada satu hal yang nggak bakal terlupa dari pengalaman kuliner di Manado.

Selain saya berkesempatan berkuliner ala masakan rumahan, saya pun berhasil menyantap kuliner khas Gorontalo di Manado. Kebetulan saya tinggal bersama keluarga yang masih memiliki darah Gorontalo. Nah, pas suatu pagi tiba-tiba saja sudah ada makanan berbahan jagung di atas meja.

Pagi itu saya nggak sarapan dengan Tinutuan, namun dengan Binte Biluhuta. Dan, sepiring Binte ini benar-benar menjadi pembuka hari yang istimewa.

Sepiring jagung manis pipil yang diolah dengan parutan kasar kelapa dan beberapa bumbu, seperti cabe , bawang, hingga kemangi ini nampol banget di lidah. Perpaduan rasa manis jagung dengan pedasnya cabe sekaligus ada rasa gurih benar- benar menciptakan sensasi unik yang lezat! Joss gandos maknyosss!

*Binte Biluhuta*

12 Comments

Filed under Sulawesi, Travelogue

12 Responses to Kulineran di Manado

  1. Mujair bakar + dabu2 iris nya mengoda selera :) , selama disana sempet 4x nyobain tinutuan nya dan kayak nya ngak cocok di lidah gw nich, karena masih enakan yg di mall ambasador #selerabeda

  2. dansapar

    @Mas Cumi: huwaa sampe nyobain 4x bubur tinutuannya… hahhaa

  3. pingkan

    Makanan manado mmg pling mantap klo pedess..klo gak pedis kyk ada yg kurang..aplg mkn tinutuan pke ikan nike & perkedel jagung makyosss bgt

  4. Wah, banyak sekali kuliner-kuliner nusantara yang ditampilkan di blog ini. Jadi ingin mencoba dan berburu kuliner ini.

    Satu lagi rekan sesama blogger tentang berburu kuliner

  5. dansapar

    @pingkan: sayang kmrin g sempet makan perkedel nike
    @berburu kuliner: mari terus berburu kuliner ;)

  6. eliya

    aku lho malah lum beradaptasi lidahnya dengan masakan manado … masih tetep masakan klaten juarane wkwwkkw

  7. dansapar

    @eliya: koe saiki nangdi? isih nang belanda poh? aku kmrin sempet mo ke bitung tapi nggak jd krn jauh, aku inget bitung dadi inget dirimu je yg dulu kerja di sono…

  8. pantolosang

    d jual ikan bobara (karamba) 1 kg 3 ekor&2 ekor.
    Lokasi : Likupang Barat Minahasa Utara
    info hbg 082188268370

  9. samekto prawirohardjo

    Tadi siang saya makan ikan mujair bakar dg toping tumbukan cabe yg dimasak staf saya dari manado, lezatnya bukan main, karena itu saya ingin mengetahui masakan menado yang lain, blog ini cukup memberikan info yg saya butuhkan, makasih

  10. dansapar

    @Samekto: selamat berburu kuliner manado yang enak2 mas

  11. ME

    waahhh mantap (y)

  12. dansapar

    @Me: thx jo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>