Sensasi Belak-Belok di Kelok 44 ++

*Dua Sisi: Selamat Datang dan Selamat Jalan*

Selama ini saya sering banget denger nama tersohor Kelok 44. Cetar-Cetir-Membahana-Membahini-Joss-Gandoss-Joss-Gandiss!

Setiap kali ngomongin Trip Sumatera Barat pasti nama Kelok 44 disebutin: nggak lengkap ngetrip ke Sumatera Barat tanpa merasakan sensasi berbelak-belok di Kelok 44. Bila selama ini sudah sering ngalamin bagaimana lika-liku drama cinta masa lalu (#eh), ah itu basi masak tahun 2013 gini masih belum bisa move on, percaya, deh, seruan nikmatin lika-likunya Kelok 44 daripada lika-liku masa lalu!

Dan, Kelok 44 ini nggak cuman terkenal dalam kancah nasional, namun keberadaan Kelok 44 ini juga sudah go international lewat ajang Tour De Singkarak dimana tanjakan di Kelok 44 menjadi salah satu rute menantang yang harus dilalui dalam perlombaan tersebut.

Edan, sih, jika mbayangin gimana ngayuh pedal menanjak dari Kelok 1 di paling bawah pinggir Danau Maninjau hingga Kelok 44 di puncak bukit. Duh, rasanya pengin puk-puk betis, deh! #trims Saya pilih naik mobil saja!

Namun jika memilih naik mobil, beberapa orang berkata bahwa kudu siap-siap perut mual ketika melintasi kelok 44. Hmm… Mari kita buktikan seberapa memualkan kelok 44 itu!

Saya dan teman-teman (total delapan orang) menyewa Kia Travelo untuk trip Sumatera Barat. Perjumpaan dengan Kelok 44 diawali dari puncak bukit di Kelok 44, selepas melewati Puncak Lawang dan Embun Pagi (meski nggak mampir, sih). Karena selepas Kelok 44 sudah ada rest area di Kelok 43 yang menawarkan panorama Danau Maninjau yang ajib maka saya dan teman-teman berhenti untuk … narsis! Haha… Narsis nggak bikin rugi orang, kan?

*Kelok 43 (Photo By Eno Dhias)*

Setelah puas bernarsis ria di Kelok 43, perjalanan pun dilanjutkan menuju satu kelokan ke kelokan berikutnya. Kelokan di nomor-nomor besar masih renggang, jarak antar kelok satu dengan kelok lainnya cukup jauh, sehingga jalur lurus masih cukup panjang.

*Kelok Kecil setelah Kelok 43*

*Panorama Pesawahan di Kelok 43* 

*Dua Sejoli di Kelok 43*

*Bukti udah narsis di Kelok 43*

*Danau Maninjau dari Kelok 43*

Sepanjang kelokan demi kelokan memang menyuguhkan panorama super: Danau Maninjau di kejauhan, persawahan yang berundak-undak, dan rumah-rumah klasik yang indah banget. Item-item yang ada di sekitaran kelok terasa padu. Indah menusuk-nusuk kalbu.

Di Kelok 33, mobil Kia Travelo kembali berhenti untuk memfasilitasi jiwa-jiwa yang ingin meluapkan segala bentuk kenarsisan alami. Berdiri di pinggir jalan samping sebuah warung sederhana tersaji sebuah pemandangan yang jepretable banget. Klik…. Say Cheese!

*Kelok 33*

*Panorama Kelok 33*

*Menikmati Kelok 33*

Pilihan menuruni Kelok 44 dari puncaknya memang pilihan yang tepat (khususnya bagi yang duduk santai di samping Pak sopir kayak saya).  Pemandangan Danau Maninjau memang berasa surga banget jika dilihat dari atas. Tjakep!

Lalu, ketika memasuki Kelok nomor-nomor kecil, keadaan kelokan semakin rapat. Banting kanan lalu banting kiri. Brak. Bruk! Jika belum jago nyetir mobil mending berpikir ulang untuk nyetir di Kelok 44 daripada nyungsep di jurang! Gilaakk… Gimana kalo ujian SIM A diadain di Kelok 44 ya? Haha!

Dan, akhirnya ketika memasuki nomor paling buntut di dasar kelokan, yaitu Kelok 1, sebuah gerbang selamat datang siap menyambut: Danau Maninjau sudah di depan mata! Kelok 44 pun berakhir. Eitts,  karena saya dan teman-teman bakal menuju Bukittinggi maka jalur balik menuju Bukittinggi emang kudu melintasi Kelok 44 juga. Fiuuuhhh…. Untung saya nggak perlu ngayuh pedal sepeda… Bisa-bisa betis saya jadi segede gaban, deh!

Alhamdulillah pula saya tidak merasa mual-mual sewaktu melintasi Kelok 44 sebanyak 2x. Dan, berikut panorama sepanjang Kelok 44! Cekidot-Cekidit!

Trivia

  • Mengapa dalam judul tulisan saya beri ++ setelah angka 44 karena sebenarnya ada beberapa kelokan kecil yang tidak dihitung dan diberi papan nomor kelokan, sehingga Kelok 44 ini sebenarnya tidak berjumlah 44. Hanya kelokan-kelokan besar yang diberi nomor. Alhasil, jangan kaget jika tiba-tiba dapat bonus kelokan. Haha.

  • Kelok 44 ini sendiri terdapat di Kabupaten Agam, menghubungkan Bukittinggi dan Danau Maninjau. Terdapat bus kecil yang melintasi jalur kelok 44 ini.
  • Sepanjang jalur Kelok 44 terdapat beberapa rest area dengan warung-warung sederhana yang menyuguhkan view ciamik. Layak untuk dicoba!
  • Dan, di sekitar Danau Maninjau (Kelok 1) terdapat fasilitas penunjang wisata, seperti penginapan dan restoran. Sangat cocok untuk siapa saja yang ingin menikmati suasana yang lengang sekaligus asri. 

13 Comments

Filed under Sumatra, Travelogue

13 Responses to Sensasi Belak-Belok di Kelok 44 ++

  1. SAPAAARRRR.. Lama-lama bisa bikin gue impulsif dan langsung beli tiket buat balik ke Sumbar ini. Napak tilas lika-liku masa lalu…eh Kelok 44. Itu foto Kelok 33 fotonya cetar membahana banget, ada sawah, danau, dan gunung.
    *gak jadi ganti kewarganegaraan*

  2. samsul hudha

    baru naik mobil aja jumawa. gw dong naik motor. naik motorrr! #yalalu? hahaha…

  3. Baru juga naek motor ama mobil dah pada jumawa … gw donk naek itu bus …

    sensasinya alamakjang … tiada terperi

  4. Tapi kalian belum se-Kardashian yang naik Taksi BlueBird dari Medan ke Siantar,kan? Fenominul banget itu. 4 jam lagi *meratapi isi dompet*

  5. dhias

    pagang merananya mana?
    hihihi…

  6. samsul hudha

    Huahahahahahaha! Medan-Siantar naik taksi? Huahahahahaha…

    *merasa minder dg rekor ngojek airport-painan pp*

  7. rosi

    Yg paling seru lewat kelok 44 sambil hujan dan berkabut , seru euyy….
    Tapi kudu di coba sensasinya…

  8. 88 ++ mustinya sih, secara kelok ampekampek PP
    PUSIANG? indak ado dalam kamus kito ^_*
    *umpetin minyak angin & tas kresek

  9. zou

    sompretosss .. postinganmu bikin aku nostalgia gila ala sumatera barat bener nih .. apalagi dulu ga berhenti di rest-area kelok 43, soale wes kadung konsen sama tas kresek .. huahahahahaaa .. :D

    btw, itu yang naik blue bird medan – siantar seriusan ?!
    bacanya aja udah kerasa bangkrut .. siapa sih orangnya ..

    *melipir pergi, sambil ngunyah nasi kapau uni lies*

  10. dansapar

    @Zou: ya uda pergi ke Padang lagi aja… hahhahaa

    @Ndah: hahhaaa… anda yakin??

    @Mas Rosi: mbayangin aja udah serem,…hahahaa

    @Kokoh: huadah cerita huapakah di Padang kokoh? Pemirsaaa….

    @Ombolot, Kakek, Kokoh: siapaaa sih blonde ituuuu? #kepo

    @Eno: itu uda cerita pembuka di Pagang ;p

  11. Wow, pemandangannya indah sekali. Jadi pengen tur Sumatera nih :)

  12. Florida Sitepu

    Mas, bisa minta CP supirnya? Tq

  13. dansapar

    @Florida Sitepu: kmrin make KDsmilingtour.com di 0751 26071 / 0751 9090716 dengan sopirnya bernama Pak Andri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>