Awalnya saya tidak terlalu peduli dengan kehebohan Kakek Samhud (sengaja nggak dikasih link, toh per 1 Desember udah ilang, hihi) menyikapi akan ditutupnya layanan jejaring sosial (termasuk blog dan foto) dari Multiply. Namun setelah kembali menjenguk akun Multiply sendiri rasanya saya mengerti mengapa Kakek Samhud seheboh itu galaunya. *puk-puk pake kaktus*
Ibarat sedang melakukan perjalanan panjang, maka Multiply adalah sebuah persinggahan. Tempat menaruh perasaan yang nyaman. Di sana tercipta senja yang hangat, sekaligus belaian semesta. Bisa pula disebut rumah, dimana hati akan selalu menuju selepas berjalan jauh. Di sana, tersaji secangkir teh hangat dan kursi malas. Ruang berdiam. Tempat meletakan kisah.
Namun terkadang hidup memang mau tidak mau memaksa untuk bergerak. Berjalan. Meninggalkan sesuatu lalu menemukan sesuatu yang baru.
Dan, bila pada akhirnya perjalanan maya dengan Multiply harus berakhir, maka sudah saatnya saya mengucapkan selamat tinggal pada rumah yang sudah saya bangun sejak 13 September 2006 tersebut. Untuk itu beberapa cerita yang sengaja ditinggal di sana terpaksa harus dipindah sebelum Mr. Stefan benar-benar merealisasikan rencana Multiply menghapus konten jejaring sosial per 1 Desember 2012.
*Hello, Good Bye*
Related posts:






*mewek sampe mojokerto*
*balik kemas2*
hiks, bagaimanapun blog di MP adalah sejarah awal nge-blog kita ya, Par. sedih juga fasilitas blog-nya mau digusur ..
tempat dimana gw ketemu orang gila yg ajaibnya senasib dan se-nunun-an #_#
nunggu ada tombol migrasi dari MP aja deh, males bgt mindah2in postingan di MP yg seabreg2 itu…. padahal semua foto jalan-jalan ada di situh
@Samhoed: *tendang ke timbuktu ;p
@Zou: sedihnya krn foto2ku byk yg ngelink ke sana, hahahhaaha
@Ndah: wakakkakaaaa…. orang2 gila yg mau saja ngetrip dgn orang yg cm kenal dari MP….kangen2 masa2 PM2an ;p