
Saya tidak akan pernah tahu jika makam pengarang lagu kebangsaan Indonesia Raya WR Soepratman berada di Surabaya jika saya nggak muter-muter nggak jelas di sana bareng Tac. Pagi itu, selepas plesir ke Madura lewat Suramadu, saya dan Tac membunuh waktu dengan keliling Surabaya. Tanpa diduga kami sampai di Makam Pahlawan Nasional Indonesia tersebut di Kenjeran.
Meskipun pagi itu makam dalam kondisi tertutup rapat, namun saya mampu melihat ‘sosok’ WR Soepratman dalam bentuk patung di lingkungan makam sedang memainkan biolanya.
Beberapa saat di sana, ingatan pun langsung tertuju ke Kongres Pemuda II Tahun 1928 dimana lagu Indonesia Raya dikumandangkan untuk pertama kalinya.
Di sini saya teringat pula akan pesan satu Indonesia yang ada dalam lagu Indonesia Raya. Semangat satu Indonesia yang dahulu diperjuangkan untuk mencapai kemerdekaan bangsa. Semangat satu Indonesia yang harus senantiasa dipupuk agar bangsa ini tidak tercerai belai. Semangat satu Indonesia yang harus muncul setiap saat tanpa harus menunggu bulan Agustus tiba.
Indonesia kebangsaanku, Bangsa dan tanah airku,
Marilah kita berseru, Indonesia bersatu.
Related posts:




