Menerawang Pariwisata Indonesia

Menerawang Pariwisata Indonesia merupakan sedikit opini saya terkait  analisis berjudul ‘Pariwisata RI Butuh Infrastruktur’ yang diusung Vivanews di paruh awal tahun ini. Sudah basi, sih! Mading sudang terbit kalo kata Cinta.

Namun coba dibaca terlebih dahulu analisis pariwisata hasil wawancara dari Vivanews dengan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Marie Elka Pangetsu dalam menyikapi prospek industri pariwisata dan ekonomi kreatif selama 2012. Kebetulan pula tahun ini sudah melewati separuh perjalanannya, sehingga sedikit banyak bisa pula dilihat bagaimana hasil sementara dari wawancara di awal tahun tersebut. Terlebih hasil wawancara tersebut memang cukup menarik untuk disimak makanya saya pun rela menjadikannya salah satu bookmark di Chrome.

Pariwisata Indonesia di tahun 2011 telah berhasil tumbuh dengan bagus dengan hasil mentereng sebanyak 7,6 juta wisatawan yang berkunjung ke Indonesia. Hasil tersebut telah melebihi target yang dicanangkan, yakni sebesar 7,1 juta wisatawan. Dan, perolehan jumlah wisatawan itu tumbuh 8,5 persen dibanding 2010 serta perolehan devisa pariwisata selama 2011 tercatat mencapai US$8,5 miliar, atau tumbuh 11,8 persen dibanding tahun sebelumnya US$7,6 miliar. Cukup menggembirakan, bukan?

Melihat hasil ini, saya hanya ingin mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh pemerintah.  Selama ini kritikan bernada sinis acap kali  dialamatkan kepada Pemerintah lantaran diduga tidak becus mengurus industri pariwisata. Keluhan-keluhan kecil sepanjangan perjalanan, bahkan debat-debat panjang hasil dari sebuah trip di Indonesia kerap menjadi perbincangan hangat.

Namun kali ini saya benar-benar ingin memberikan sebentuk dukungan untuk kemajuan industri pariwisata di Indonesia. Ya, memang hanya sebentuk dukungan kecil dari seorang warga negara untuk Pemerintah, namun setidaknya bahwa saya sudah sadar bahwa mengurus pariwisata Indonesia itu tidak semudah yang dibayangin. Dan, atas hasil yang telah dicapai di tahun 2011, secara garis besar saya pun bisa mengambil sikap bahwa Pemerintah tidak tinggal diam mengurus pariwisata. Pertumbuhan pariwisata Indonesia di tahun 2011 merupakan kerja nyata dari segala pihak, baik pemerintah maupun masyarakat yang bergerak di industri pariwisata.

Pada wawancara di awal tahun ini, Ibu Marie Elka Pangestu sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif telah membeberkan program kementeriannya untuk tahun 2012.

Salah satu program yang saya suka adalah Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif telah sadar bahwa wisatawan nusantara juga memiliki potensi yang luar biasa. Ya, apalagi traveling semakin menggeliat akhir-akhir ini sehingga menjaring wisatawan dalam negeri adalah pilihan yang tepat.

Selain itu, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif juga telah sadar untuk menggiatkan destinasi wisata baru selain Bali. Pemerintah telah membuat 15 destinasi wisata unggulan Indonesia atau Destination Management Organization (DMO) , yakni:

  1. Sabang
  2. Danau Toba
  3. Kota Tua Jakarta
  4. Pangandaran
  5. Borobudur
  6. Bromo – Tengger – Semeru
  7. Batur, Bali
  8. Rinjani
  9. Flores
  10. Tanjung Puting
  11. Derawan
  12. Toraja
  13. Bunaken
  14. Wakatobi
  15. Raja Ampat
Di Artikel terbaru dari Indonesia.Travel per 24 Juli 2012 destinasi yang dikembangkan menjadi 16 dengan tambahan Togean Islands (sebenarnya juga masih agak rancu, sih, soalnya di artikel tersebut Togean Islands dimasukin Central Kalimantan, sedangkan Taman Nasional Tanjung Puting yang berada di Kalimantan Tengah tidak masuk. Bisa jadi, sih, mungkin ada kesalahan karena Togean ada di Sulawesi Tengah)

Dengan keseriusan yang diperlihatkan Pemerintah untuk mengembangkan pariwisata di negeri yang gemah ripah loh jinawi ini semoga saja target di tahun 2012 tercapai dan industri pariwisata Indonesia semakin menggeliat.

Dan, satu hal yang disoroti Ibu Menteri terkait dengan pariwisata adalah kendala infrastruktur. Dalam hal ini sebenarnya Pemerintah juga menyadari bahwa terdapat hambatan dalam hal insfrastruktur pendukung industri pariwisata. Masalah aksesibiltas ke tempat-tempat wisata menjadi masalah klasik. Memang tidak sepatutnya untuk mengharapkan jalanan mulus ke semua tempat wisata ke Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, karena urusan jalan bukan menjadi domain khusus Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Memang masih perlu koordinasi dengan kementerian lain atau dinas-dinas daerah setempat untuk memajukan industri pariwisata Indonesia yang luar biasa ini. Namun bukan berarti tidak mungkin untuk menciptakan kondisi pariwisata Indonesia yang kondusif. Tantangan dalam memajukan pariwisata Indonesia sungguh besar, mengingat betapa luasnya negeri ini. Namun melihat semangat generasi muda yang mulai doyan traveling bukan hal mustahil jika tercipta pula akar semangat independen memajukan pariwisata Indonesia. Semoga!

Sumber Referensi:

1. Vivanews

2. Indonesia.travel

Related posts:

  1. Melihat Geliat Pariwisata Garut
  2. Blog Paling Indonesia
  3. Meraba Indonesia, Lebih Dekat Tentang Indonesia
  4. Semangat Paling Indonesia
  5. Menerawang Masa Lalu di Lawang Sewu

11 Comments

Filed under Travelogue

11 Responses to Menerawang Pariwisata Indonesia

  1. maju terus dunia pariwisata indonesia… hehehe… ngomong2 saya orang yang jarang berwisata… paling yang deket2 rumah aja….hehehehe

  2. Menggembirakan, namun perjalanan masih panjang. Masih belum kelihatan sinergi yang benar-benar utuh antara pemerintah (pusat dan daerah), pelaku industri pariwisata (hotel, airlines, travel agent dlsb), dan pelaku pendukung lainnya.

    Mudah-mudahan tahun ini lebih baik.

  3. dansapar

    @Bayik: Amiiiinnnn
    @Torabora: gpp kn yg penting berwisata :)

  4. Yang udah didatengin:
    1. Sabang, 2. Danau Toba, 3. Kota Tua Jakarta, 4. Pangandaran, 5. Borobudur, 6. Bromo – Tengger – Semeru (tanpa semeru… tapi diganti Sempu^^), 7. Batur, Bali, 8. Derawan,
    Yang lum di datengin:
    1. Rinjani, 2. Flores, 3. Tanjung Puting, 4. Toraja, 5. Bunaken, 7. Wakatobi, 7. Raja Ampat

    Yux ah akhir tahun ini jadiin ngetrip Flores-nya, wakatobi n raja ampat buat thn depan, rinjani nunggu ada jeep nyampe puncaknya ;)

  5. dansapar

    @Ndah: lo yg saban tau ngetrip aja masih kurang 7, gimana gue ya, hahahhaa *nangis*

  6. Pingback: Jalan-jalan di Negeri Sendiri Lebih Nikmat | ambangbatas

  7. gue juga masih kurang rang rang rang. Baru Sabang, Toba, Kota Tua, Pangandaran, Borobudur, Batur-Bali, Derawan, Toraja. Kurang 7 lagi.. Tujuuuhhhh *bawa Supermie isi 7*. Donatur mana donatur… jodoh mana jodoh!!!

  8. dan tugas kita para travel blogger buat promosiin destinasi ciamik yang dimiliki negara ini :) maju terus pariwisata indonesia, maju terus travel blogger :)

  9. dansapar

    @Kokoh: lha, masih banyak yang belum dijelajahi, koh…. apalagi jodoh, koh, hikssssss *eeaa

    @Fahmi: bener…. seenggaknya sudah ikut beraksi nyata utk pariwisata Indonesia ;)

  10. Kokoh

    Wow, daftar gue dan Ndah beda tipis yah. Cuma mau mengklarifikasi aja ke pembaca Dansapar.com kl gue dan Ndah gavjalan berdua mulu kok. Ntar ada salah paham lagi kayak di Derawan, mau ditaruh di 1 kamar krn dikira…Suami-Istri -_-’

  11. dansapar

    @Kokoh: ya kalo emang nantinya jodoh beneran gimana dong, koh? *hihihihi*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>