Seru di Jalan

Melakukan perjalanan semalaman dengan menggunakan kendaraan pribadi sangat jarang  saya lakukan. Untuk perjalanan jarak jauh yang membutuhkan waktu sepertiga hari saya selalu memilih menggunakan bus kota, kereta api atau pesawat. Kendaraan yang menyerupai mobil pribadi yang cukup sering dipake hanyalah travel Jakarta – Jogja PP atau Jakarta – Klaten PP. Itupun berasa banget kaki saya tertekuk-tekuk hingga membuat sempoyongan ketika sampe di tempat tujuan.

Namun ketika saya diajak turut serta duduk di samping kemudi (baca: nebeng) pulang ke Klaten oleh teman-teman yang mau liburan di Jogja menggunakan mobil pribadi, saya pun luluh! (baca: mo ngirit)

Perjalanan Jakarta – Jogja PP yang butuh waktu semalaman memang tampak nyaman di pantat dan kaki karena saya duduk di depan, namun sayangnya mata saya nggak bisa nyaman karena nggak enak sama teman yang lagi nyetir kalo saya tinggal tidur dengan damai sepanjang perjalanan. Namun karena pergi bareng teman-teman makanya seru-seru aja, sih! Bisa bercanda dan saling nyinyir-nyinyiran! Hahaha.

Terlebih ketika hari sudah pagi dan jarak pandang lebih jauh, saya lebih bisa menikmati perjalanan karena berasa nemuin hal-hal bari dari balik jendela mobil yang sebelumnya belum pernah saya temuin. Apalagi perjalanan ke Jakarta – Jogja ini melintasi jalur selatan dimana saya cukup jarang melaluinya. Saya jadi mengenal beberapa tempat baru yang sebelumnya nggak pernah tahu.  Entah kenapa dengan melakukan perjalanan dengan cara yang baru saja saya sudah cukup menikmati perjalanan itu. Tidak peduli dengan ngantuknya mata, tidak peduli dengan pegelnya punggung. Terlebih saya tidak ikutan untuk jalan-jalan di Jogja, namun langsung nerusin perjalanan ke Klaten. Namun saya benar-benar menikmati pengalaman baru melakukan perjalanan menggunakan kendaraan pribadi dengan segala beban berat di mata, yang nggak bisa saya temuin ketika saya menggunakan bus/kereta karena biasanya saya gampang banget tidurnya. Hahaha.

Bagi saya, perjalanan semacam ini saja sudah memberikan keseruan tersendiri. Terlepas apapun ending-nya, bisa jadi saya ikutan jalan-jalan ke Jogja atau bahkan ketika saya akhirnya memutuskan untuk langsung pergi ke Klaten. Perjalanan menemukan hal-hal baru itu yang membuat saya menikmati perjalanan itu, termasuk perjalanan saya dengan keempat teman saya dari Jakarta ke Jogja dan sebaliknya. Menikmati waktu bersama selama perjalanan. Mencari sarapan bareng meski akhirnya cuman ketemu soto ayam yang tidak sesuai harapan atau mencari masjid di tengah kota Jogja demi mengejar sholat Jumat.

Perjalanan juga bisa memberikan makna lebih dalam ketika menikmati matahari yang baru saja terbit dengan meminggirkan mobil di tempat antah berantah  atau sekedar menikmati terbenamnya matahari dari dalam mobil sambil bercengkerama. Dan, begitu pula dengan menikmati  waktu istirahat dengan mendamparkan diri  di Alun-Alun Ciamis di tengah malam. Perjalanan itu menawarkan keseruan tersendiri!

*Korban Razia Orang Muka Jelek*

 

2 Comments

Filed under DI Yogyakarta, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah

2 Responses to Seru di Jalan

  1. Perjalanan jarak jauh via kendaraan pribadi itu memang ada ada plus minusnya. Poin plusnya: bisa lebih sering berhenti dan lebih irit kalau rame-rame. Poin minusnya: time consuming dan menghadapi macam-macam resiko di jalan. Setengah tahun lalu saya dan keluarga balik dari Jakarta-Salatiga (12-14 jam). Baru berhenti di sebuah jaringan resto di Indramayu, mobil kami ‘dibobol’. Tas saya yang isinya camdig dan laptop raib, termasuk file foto-foto traveling. Hiks. Sejak itu pikir 1000x buat pulkam naik mobil sendiri.. btw, happy pulkam ya mas..

  2. dansapar

    @Duopanda: ya ampun itu dibobol ….hiks…. pasti nanti ada gantinya…amin…happy long weekend ya ;)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>