Rupa Belanja Rupa Kota merupakan pameran seni rupa yang sedang berlangsung di Galeri Salihara Pasar Minggu sejak tanggal 14 Januari sampai dengan 31 Januari 2012. Menurut saya yang buta sama sekali seni, pameran ini cukup unik karena berkaitan dengan dua hal, yaitu kota dengan segala atributnya, seperti karakteristik masyarakat, kegiatan konsumsinya, life style, masyarakat urban, termasuk produk dan brand yang hadir meramaikan suasana kota, yang digabungkan dengan unsur seni di mata Wiyoga “Yoga” Muhardanto, Irwan “Iwang” Ahmet dan Indieguerillas (terdiri dari Dyatmiko “Miko Bawono dan Santi Ariestyowanti). Hasilnya adalah pameran seni rupa yang bertitel Rupa Belanja Rupa Kota yang memikat.
Minim dengan pengetahuan seni, untungnya saya masih menikmati pameran ini. Bahkan sesekali saya tergelitik sendiri ketika melihat satu per satu karya yang dipamerkan. Unsur kreativitas dan keunikan yang diusung membuat saya takjub lantaran beberapa karya yang ditampilkan memang dekat sekali dengan kehidupan masyarakat perkotaan, seperti karya berjudul Kipas Penglaris yang telah melekat sekali di kehidupan hampir setiap pasar di Indonesia. Begitu pula dengan karya berjudul Payung Bulan Ini yang terinspirasi dari keberadaan ojek payung. Sama halnya dengan perfomance art yang sengaja dibuat gara-gara gandrungnya masyarakat kota dengan mobile messenger yang telah menciptakan jamaah baru, yaitu ‘Jamaah Mendunduk Indonesia’.
Pameran Seni Rupa Ruang Belanja Ruang Kota yang terbuka untuk umum ini berhasil mengajak saya untuk berpikir dari sisi lain sekaligus kritis melalui karya-karya yang dipamerkan.













wah bagus banget ya….
@diane: iyappp bagusss