Banyak hal yang bisa dilakukan ketika berada di dalam kendaraan ketika melakukan sebuah perjalanan yang panjang dan membutuhkan waktu lama. Tidur adalah pilihan yang utama sekaligus paling nyaman. Pilihan berikutnya bisa jadi mendengarkan musik, membaca buku, bergosip, ngemil, atau bengong!
Nah, pilihan aktivitas terakhir ini kadang muncul begitu saja. Tiba-tiba saja bisa diam saja melihat pemandangan yang berkelebat cepat dari balik kaca jendela kendaraan. Lalu, sesaat kemudian mendadak kepala dipenuhi dengan pikiran-pikiran yang sulit untuk ditahan untuk tidak dipikirkan. Ya, bisa jadi saat itulah virus ‘Galau dalam Perjalanan’ menyerang. Hati-hati bisa jadi serdadu masa lalu tiba-tiba menyerang tanpa ampun. Oops!
Saya sering sekali mengalami hal ini, baik di kereta atau bus kota. Tanpa alasan tertentu tiba-tiba saja saya mengamati ‘frame’ demi ‘frame’ dunia yang berganti dari balik kaca. Mungkin saja saya memang sedang mengamati pemandangan, namun sering kali saya malah termenung. Diam sejenak dan berpikir macam-macam. Hal-hal yang selama ini sekedar mengganggu pikiran atau memang segala sesuatu yang selama ini tersembunyi di sudut lupa yang kemudian menyeruak kembali.
Berada dalam sebuah waktu dimana harus menempuh perjalanan yang panjang dan lama memang memberikan waktu jeda yang bisa digunakan untuk melakukan aktivitas apa saja. Salah satunya adalah berpikir dan merenung. Bisa jadi merenung bukan berarti menggalau, namun selama ini memang seringnya UUG alias ujung-ujungnya galau.
Meskipun demikian saya selalu suka jeda waktu ketika saya harus menempuh satu titik ke titik lainnya dalam sebuah perjalanan. Fase itu adalah saat-saat kosong dimana saya bisa memikirkan apa saja. Bisa jadi perjalanan yang telah lewat, kisah-kisah masa lalu, atau mimpi-mimpi yang ingin diraih.
Ya, merenung dalam perjalanan bukan berarti galau di perjalanan kan?





Galau aja deh…
)
Aku bingung arti galau sebenarnya apa ahaha
BTW, sering bolak balik naik kereta darimana kemana nih? Mampir atuh ke Jogja
Bener banget, terutama kalo make a trip pake bis dan kereta. Kalo pake pesawat mah ngga sempet galau, banyakan dzikir & doa, parno soalnya ..
*nangis di bandara*
@Rad: seringnya ya jakarta – klaten, krn ortu di sana, oke ntar mampir2 jogja deh. btw, galau itu menurut kbbi: galau a, bergalau v sibuk beramai-ramai;
sangat ramai; berkacau (tidak keruan) #niatnyariin
@@Zou: klo pesawat lbh sering berdzikir yo…hihihi
Iya nih, aku jg sering merenung kalo lagi perjalanan terutama bis/kereta. eeeh tapi malah dibilang ikan sapu2 ama temen2 krn sepanjang perjalanan merenung mulu mengarah ke bengong bukannya gosip #laah
waaah, pngen bgt merenung d kereta sndirian. kmaren2 bareng org kantor, ga bs merenung deeeh…
@Zie: klo gitu ayoo naik kereta lagi aja
@tatik: hahahaa…ya daripada gosip mulu kn juga capek
kalo gue gak pernah galau di perjalanan antar kota. gue galaunya di perjalanan hidup aja