*Kapal Ferry di Pelabuhan Merak*
Tahun lalu saya sempat menuliskan sebuah mimpi saya untuk berkeliling Pulau Jawa dengan menggunakan kereta api melalui postingan TRAIN TRIP. Sebuah keinginan untuk menikmati Jawa dengan cara yang berbeda sekaligus melihat jejak rekam sejarah melalui bangunan-bangunan tua berupa stasiun di penjuru Jawa. Sayang waktu cuti yang terbatas membuat saya urung melaksanakannya hingga beberapa minggu yang lalu saya diberi kesempatan untuk mewujudkan sempilan mimpi train trip itu melalui salah rute yang sudah saya buat tahun lalu dalam itinerary. Rute perjalanan kereta api itu adalah rute Jakarta – Merak.
Menuju Merak dengan menggunakan kereta api sebenarnya merupakan jarak dekat namun sedari awal saya sedikit ketakutan untuk naik ‘kereta odong-odong’ yang sumpek untuk menuju Stasiun Merak yang berada dalam satu kawasan dengan Pelabuhan Merak. Namun tekad untuk mencoba rute ini membuat saya tak gentar. Mencari pengalaman pertama kadang menimbulkan percikan semangat sendiri. Termasuk ketika saya nekat untuk berangkat pagi-pagi menuju Stasiun Tanah Abang demi mencari kereta menuju Merak.
Kereta Api yang melayani rute Jakarta – Merak adalah kereta api ekonomi dengan gerbong-gerbong yang memiliki tempat duduk di dua sisi gerbong seperti kereta api commuter line. Ada dua kereta api ekonomi yang melayani rute ini, yaitu Kereta Api Banten Express dan Kereta Api Patas Jaya dengan harga tiket Jakarta – Merak sebesar Rp5000,00 dan Jakarta – Rangkas sebesar Rp4000,00. Waktu tempuh kereta ini kurang lebih empat jam untuk sekali perjalanan Jakarta ke Merak ataupun sebaliknya. Terpaut cukup lama jika dibandingkan dengan menggunakan bus.
Untuk jadwal keberangkatan bisa dilihat di link wikipedia ini.
Mengingat saya sudah berada di Stasiun Tanah Abang sebelum pukul 08.00 dan kereta belum juga datang, akhirnya saya memilih untuk naik Kereta Ekonomi Rangkas Jaya (RAJA) jurusan Jakarta – Rangkas Bitung dengan harga Rp4000,00. Sesaat ketika memasuki kereta Raja ini saya cukup kagum dengan armada ini. Gerbong kereta ekonomi ini mirip dengan gerbong kereta ekonomi jarak jauh dengan kursi 2-3, bukan semacam kursi di commuter line yang ditaruh di sisi bagian dalam gerbong. Lalu, saya makin kagum ketika kereta ini berjalan karena tidak ada satupun asongan yang masuk ke dalam gerbong dan digantikan dengan pedagang resmi dari PT KAI. Benar-benar kereta rakyat sekelas raja.
*Kereta Api Rangkas Jaya*
Mungkin karena merupakan pengalaman pertama menggunakan kereta ke arah barat dari Jakarta saya menikmati sekali pemandangan dari balik kaca. Melihat stasiun-stasiun selepas Stasiun Pondok Ranji yang sudah familiar. Menikmati persawahan yang menghijau. Jalanan yang basah selepas hujan. Hingga menemukan gunung-gunung di kejauhan.
Sesampai di Rangkas Bitung, saya turun dengan penumpang-penumpang lainnya. Baru pertama kali saya menginjakkan kaki di stasiun ini yang sedikit tampak semrawut ini. Saya tahu jika perjalanan belum selesai sampai di sini meskipun saya harus menunggu lama untuk menanti kehadiran Patas Merak.
Beberapa saat menanti, akhirnya datang pula kereta patas yang dijulukin kereta odong-odong ini. Sedikit berdesakan ketika memasuki gerbong, saya terpaksa kudu berdiri karena gerbong penuh sesak, nggak hanya oleh penumpang, namun juga pedagang asongan, pengamen, pengemis hingga hasil kebun, semacam rambutan. Fiuh, panas banget!
Namun saya nggak pengin nyerah sebelum sampai di Merak. Berusaha menikmati perjalanan dengan melihat pemandangan melalui jendela kaca saya mencoba untuk menyelami kondisi transportasi ini. Rute kereta api Jakarta – Merak seharusnya menjadi salah satu rute padat karena bisa menghubungkan dengan Jawa dan Sumatra. Namun sayangnya kondisi kereta api di rute ini cukup memprihatinkan. Alhasil banyak masyarakat lebih memilih menggunakan jasa bus antar kota yang lebih nyaman sekaligus cepat.
Selepas Serang, akhirnya saya baru mendapatkan tempat duduk. Suasana gerbong sedikit lebih lengang, namun pedagang asongan masih tetap melintas seperti setrikaan, bolak-balik tanpa kenal lelah demiah mengais Rupiah. Beberapa stasiun dilewati, Stasiun Karangatu, Stasiun Cilegon, hingga Stasiun Krenceng. Saat di Stasiun Krenceng inilah saya merasa de javu, sepertinya saya pernah melewati daerah ini. Ternyata setelah berusaha sekuat tenaga kuda untuk mengingat, saya baru ingat jika saya pernah berhenti sebentar di sekitar stasiun ini saat balik dari Trip Tanjung Lesung – Carita. Dan, setelah mencari tahu ternyata jika ingin ke Anyer bisa berhenti di stasiun ini lalu berganti menggunakan angkot.
Setelah melewati Krenceng lalu memasuki area industri, pemandangan berubah dengan memberikan tanda-tanda hawa lautan. Wah, saya cukup antusias untuk menyambutnya. Merak sudah di depan mata!
*Stasiun Merak*
Memang benar! Tidak lama kemudian kereta memasuki Stasiun Merak. Sampailah saya di titik akhir perjalanan dan salah satu rute impian saya di Train Trip pun terwujud.
“Lalu, kemana selanjutnya?” Saya sempat bertanya bego kepada diri sendiri.
Dengan modal pede, saya pun melangkah menuju Pelabuhan Merak sekalian cari makan siang di hari yang mendung itu. Melihat beberapa orang duduk-duduk di pinggir laut, akhirnya saya pun mendapatkan ide untuk duduk-duduk saja di luar pelabuhan sambil melihat kapal-kapal ferry yang merapat ke Merak atau berangkat dari Merak.
*Menikmati Lautan*
Ternyata melihat kapal-kapal sekaligus diterpa angin laut itu menjadi hiburan yang nggak kalah menyenangkan. Apalagi sudah sekian lama saya nggak menghirup aroma laut. Dengan bekal roll cake untuk menemani menikmati lautan sambil melihat kapal-kapal bersandar dan pergi telah melengkapi mimpi saya dalam mewujudkan satu rute di train trip ini.
*Menikmati Laut*
*Bekal*
Related posts:





wuih niat ya….aku rada trauma naik kereta ekonomi yg desek-desekan, takut sama copet. Bdw itu nongkrongnya sore2 ato siang, bukannya di sana panas banget yah
Ama siapa sik perginya??!!!
Ikutan napa kaka…. *pengen*
Gue inget banget pas masih di Bandar Lampung kalo mau pulang Jakarta selalu lewat Merak. Dan pemdandangan pantai pelabuhan Bakaehuni jauh lebih keren lho Dan! Ayo kita jalan2 ke Lampung yuk
Best Regards, Gal’s
@@ Gerandis: klo ma copet sih msh bisa diakalin, ndis. tpi klo panas, bau ketek,desek2an itu yg sulit, ahahaha. btw, itu siang2 menuju jam 3 gitu deh, untungnya pas mendung jd sama sekali nggak panas
@@ Galuh: Perginya banyakan, gal. Nggak sempet ngitung, segerbong je *dilempar tripod*. Btw, iya yg dari Bakauheni cantik, ada pulau2 kecilnya juga ya
ya ampun bekalnya
) lucu aja ga tau napa :p
Ke yogya atuh!
@@ Rad: hahhahaa…. klo ke jogja ntar sekalian pas pulkam ke klaten
saya suka tulisannya mas. saya tadi awalnya googling buat iseng, terus saya masuk ke blog mas. dan tulisannya bagus-bagus. saya sendiri suka travelling tapi tentu tidak sebanyak mas
jadi semangat buat mnulis blog lagi, oiya kalau pas lagi jalan-jalan boleh loh
saya cukup sulit untuk mencari teman jalan buat nyobain hal-hal baru
sukses yak dan ditunggu tulisan-tulisannya
@@Trustwidi: terima kasih banyak sudah mampir di sini, smoga tulisan2 saya bisa memberi manfaat. salam kenal yaa
maksih banget share pengalamannya…
Pas banget aq lg cr2 info ttg transportasi krta ke merak….
mas,itu naik krtany dr jakarta emang cm bs dr st.tanah abang aja y?g bs naik dr st.senen/st.kota?
Kira2 lm pjlananny brp jam sampe ke st.merak?
Tq
@end-jhe: klo dari jakarta, denger2 bisa naik dari kota, namun ga terlalu yakin sih, soalnya kmrin naiknya dari st. tanah abang. lama perjalanannya, brgkt dr tanah abang kurang lebih jam 8, sampai merak kurang lebih jam 12. lama sih, krn keretanya jg pelan2, dan berhenti di hampir setiap stasiun.
Crita perjalanan yang bagus.. tp sayang tdk diceritakan saat pulang kembali menuju jakarta…. kyknya lbh asyik lg tuh jika ditambahkan pas plng baliknya ke jkt.. trima kasih….
@Ismail: pas baliknya naik bus merak – jakarta, mas, krn uda g ada kereta, dan saya lbh banyak tidurnya
hehhehe
kalo dari yogya mau ke lampung pake kereta …
naek kereta apa ya dr yogya ke merak??
@diah: klo dari jogja kudu nyambung, ke jakarta dulu (bisa make kereta apa aja, eksekutif/bisnis/ekonomi) trus dari jakarta nyambung kereta ke merak via sta. tanah abang/kota.
Pengen banget skali2 ke Merak.. tapi masih belum berani..
Pulangnya naik kereta jam brapa tuh dari merak..?
@Dita: baliknya saya naik bus, mba. klo naik kereta coba cek jadwalnya dari merak, jam2/3 gitu
Mau tanya mas, kalau dari stasiun Jatinegara / dari Jakarta kota naik angkotnya apa ya yg ke arah merak? harganya berapa? soalnya ntr mo kesana tp bawa barang lumayan byk.. sendiri pula, jadi takut desak2an…
eh maaf bukan angkot, tapi bus? bus apa?? caranya gmn? tks yaa??
pengen banget jalan2 ke pelabuhan merak pake kereta… jarak dari stasiun merak ke pelabuhan jauh g?
kita ko satu pemikiran ya… saya klo prgi2 jg lebih nyaman naek kreta, wktu zaman kuliah jg tetep naek kreta byar kata cm 1 stasiun (depok baru-pondok cina)… pgen nyoba skali2 k merak naek kreta , tp g ada temennya… waktu pulg dri merak, k terminal bis nya jauh apa tdk dr tempat mas liat kapal ferri ?
kita ko satu pemikiran ya… saya klo prgi2 jg lebih nyaman naek kreta, wktu zaman kuliah jg tetep naek kreta byar kata cm 1 stasiun (depok baru-pondok cina)… pgen nyoba skali2 k merak naek kreta , tp g ada temennya… waktu pulg dri merak, k terminal bis nya jauh apa tdk dr tempat mas liat kapal ferri ?
add my fb y cerberus_juventus@yahoo.com
thx info perjalanannya
@Dina: klo dr merak/jatinegara kurang tau sih, kayaknya g ada bus ke merak, soalnya rute bus ke merak setauku g lewat situ sih. dan, klo mau naik bus langsung aja ke terminal2 di jakarta, kayak kalideres, ato klo mau bisa nyetop di slipi, biasanya banyak bus2 merak naikin penumpang di slipi.
@Indha: stasiun merak sama pelabuhan merak jejeran kok
@Ryu: Terminal, stasiun, ma pelabuhan merak satu kawasan kok, deketen, jd bisa jalan
wih,mantep….tar mw nyoba ksana sm tmen2 sesama pecinta KA jg. Ngomong2 prnah jln2 k Bandung g? klo mau murah, abis idul adha biasanya tarif KA lagi obral. Th kmarin saya beli tiket yg executif cuma 1oribu….murah bangeeet
@Ryu: wow… beruntung bgt dpt tiket promonya KAI, kmrin nyari2 g dpt mulu nih, hahahaa
wah rencana trip kedepan saya jg mw Merak, sendiri.
tp rada takut gmn gitu, image kereta armada lintas barat macem patas merak dkk terknal dgn ketidaknyamanan, & ada kriminal2 nya..
tp berdoa & waspada aja .
@dap: smoga selamat sampai tujuan. kmrin aman2 aja sih
iiihhh pengen. Suer baca cerita masbro jd bener2 kebayang. Insya Allah besok saya mau ke traveling ke Merak pake KAI, emang cita2 dr zaman saya sekolah.
Oya jadwal dr Stasiun Tanah Abang menuju Merak/alternatif jurusan lainnya jam berapa ya? Denger2 cuma sekali berangkat dan sekali pulang?
@ira: iya jdwl kereta jkt-merak cm ada sekali, dr jkt pagi dan dr merak siang,
makanya saya bakiknnya naik bus.hehehe
Kira2 sampai disana berapa jam bang ?
@Fathin: sampe merak sekitar jam 12 siang