Vakansi ke Boltim

Selalu ada keseruan ketika memulai langkah di jalan yang baru. Ada perasaan tercampur: deg-degan hingga penasaran. Semangat untuk menuntaskan rasa keingintahuan berakhir dengan perjalanan baru. Entah apa yang nanti akan ditemui di depan, kanan, atau kiri jalan adalah seni dari sebuah perjalanan.

Tidak perlu untuk mengeluh. Hanya butuh rasa tenang untuk sekedar menikmati suguhan yang ada. Indah ataupun tidak bukan lagi soal jika hati telah sanggup menerima dengan lapang dada.

Begitupun dengan perjalanan saya melintasi Bolaang Mongondow Timur di Sulawesi Utara. Pengalaman pertama menyusuri jalanan lengang di bumi celebes bagian Bolaang Mongondow Timur dan Minahasa ini bukan hanya membuka mata saya tentang tempat baru namun juga membuat saya paham bahwa kriteria tempat untuk menua yang nyaman bukan hanya milik kota-kota di Jawa Tengah.

Continue reading

1 Comment

Filed under Sulawesi, Travelogue

Djarum Indonesia Open 2013: Pride of The Nation

Lagi! Djarum Indonesia Open kembali hadir mengguncang Jakarta!

Kali ini mengusung tema Pride of Nation. Istora Senayan lagi-lagi disulap dengan ciamik meski kondisi toilet emang gitu-gitu aja. Setiap kali event Djarum Indonesia Open hadir maka setiap kali itu pula Istora Senayan benar-benar tampak kece sekali bila dilihat tampak luar.

Kali ini motif batik mega mendung tampak mendominasi. Penggunaan ornamen batik mega mendung sepertinya emang diambil secara khusus untuk menggambarkan tema besar Pride of the Nation. Nggak tanggung-tanggung, bahkan di dalam kawasan istora ini ada booth khusus penjual batik, lho.

Continue reading

Leave a Comment

Filed under DKI Jakarta, Travelogue

Gampangnya Mencari Oleh-Oleh Khas Manado

Sudah menjadi semacam budaya jika berpergian (apapun cara dan namanya) pasti mencari buah tangan. Oleh-oleh bagaikan magnet sebuah perjalanan. Mengabadikan suatu tempat melalui berbagai macam barang atau makanan menjadi hal yang menarik untuk dilakukan selama traveling.

Namun sayangnya tidak semua kota di Indonesia memiliki industri oleh-oleh yang kece surece sekaligus gampang dalam pencariannya. Dan, salah satu kota yang cukup kece dalam hal oleh-oleh adalah Manado.

Awalnya saya nggak menduga jika bakal gampang mencari oleh-oleh khas Manado. Eh, ternyata tinggal masuk supermarket sudah ada satu rangkaian rak khusus yang berisi makanan-makanan khas yang berasal dari Manado dan sekitarnya.

*Kenari Curah (Dibeli di Paris Kotamobagu)*

*Kacang Goyang Khas Kotamobagu (Dibeli di Paris Kotamobagu)*  Continue reading

4 Comments

Filed under Sulawesi, Travelogue

Ewako Makassar!

Ewako Makassar! Bulan lalu saya  mendapat kesempatan berkunjung ke Sulawesi Selatan untuk pertama kalinya. Menghabiskan weekend di dua kota saja, yaitu Makassar & Maros dengan santai cukup membuat saya senang. Perkenalan dengan kawasan Sulawesi Selatan kali ini memang belum mengantarkan saya hingga ke Tana Toraja, Tanjung Bira, atau Taka Bonerate, tetapi setidaknya saya sudah cukup mengenal kota Makassar secara kasar.

Berkunjung ke Makassar pas panas-panasnya saya cukup kegerahan juga sehingga beberapa waktu malah dihabiskan ‘ngadem’ di hotel yang memang berada di pinggiran Pantai Losari. Niatan untuk plesiran ke pulau kecil yang dapat dicapai dari pelabuhan di sekitar Pantai Losari pun ternyata hanya tinggal isapan jempol saja. Haha!

Dan, berikut beberapa cuplikan foto yang berhasil saya ambil setelah menghabiskan dua hari di akhir pekan di Makassr. Enjoy!

*Pantai Losari dari Hotel Aerotel Smile Makassar*

*Fort Rotterdam*

*Kawasan Pantai Losari*

*Karebosi*

Continue reading

8 Comments

Filed under Sulawesi, Travelogue

Keindahan Tersembunyi di Danau Tondok

Bila kurang memperhatikan keadaan sekitar sewaktu melakukan perjalanan ke Danau Mooat Sulawesi Utara, maka sudah dipastikan keberadaan satu danau ‘saudara’ dari Danau Moaat ini bakal terlewat. Danau kecil yang berada tidak begitu jauh dari Danau Mooat ini bernama Danau Tondok.

Letak Danau Tondok sendiri tepat berada di pinggir jalan yang sangat lengang, hanya beberapa kendaraan saja yang lewat. Danau Tondok ini akan menyambut selepas melewati Modayag dan Gunung Ambang yang merekah di kejauhan. Selepas melewati persawahan dan perkebunan terpampanglah keheningan Danau Tondok. Sederhana namun tidak mengecewakan untuk dipandang.

Hanya perlu menepikan kendaraan barang sejenak, keasrian Danau Tondok cukup terasa. Di pinggir jalan (sekaligus pinggiran dari Danau Tondok) ini tidak ada tempat duduk sama sekali. Saya hanya berdiri sambil menatap apa yang tersaji di depan mata hingga waktu menghabiskan sisa sore.  Continue reading

5 Comments

Filed under Sulawesi, Travelogue

Memangku Senja di Pantai Padang

Saya tidak menganggap bahwa saya pecinta sejati waktu senja, namun saya harus mengakui bahwa saya menikmati sekali bulir-bulir waktu di sore hari. Saat perlahan langit mengelam dan matahari sirna.

Begitu pula saat saya memiliki kesempatan menghabiskan sisa sore sebelum meninggalkan Padang untuk terbang kembali ke Jakarta. Menepi sejenak di sudut kota Padang, saya menawar pada langit agar cerah. Namun apa daya tangan manusia terlampau lemah. Tak kuasa untuk sekedar menyibak sedikit mendung yang berarak di kejauhan.

Namun tak apalah, setiap kejadian alam mampu menawarkan kadar keindahannya masing-masing, tergantung bagaimana sudut pandangnya saja.

Continue reading

4 Comments

Filed under Sumatra, Travelogue

Menikmati Keindahan Danau Mooat

Bila selama ini Danau Tondano dan Danau Linow menjadi dua danau primadona di Provinsi Sulawesi Utara, maka kini sudah saatnya untuk bergeser sejenak ke Kabupaten Bolaang Mongondow Timur. Ada satu danau  yang tidak kalah indah meski namanya belum setenar Danau Tondano atau Danau Linow.

Namanya Danau Mooat. Merupakan danau vulkanik yang terletak di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur. Danau ini berada di dalam kawasan Cagar Alam Gunung Ambang. Keasrian langsung tersaji di depan mata ketika tiba di area Danau Mooat yang berada di ketinggian 1.100 meter di atas permukaan laut.

Menuju Danau Mooat

Untuk menuju Danau Mooat bisa mengawali start dari Kota Kotamobagu. Terdapat angkutan umum yang menjangkau Danau Mooat dari Kotamobagu namun armadanya tidak terlampau banyak, sehingga jika tidak menggunakan kendaraan pribadi maka Bentor (Becak Motor) bisa dijadikan pilihan yang tepat.

Kota Kotamobagu sendiri dapat dituju dari Manado dengan angkutan umum.  Perlu waktu tempuh tiga sampai empat jam perjalanan dari pusat kota Manado untuk menuju Kotamobagu dengan melalui jalur Trans Sulawesi ke arah Gorontalo.

Sesampai di Kotamobagu masih butuh kurang lebih satu jam perjalanan melintasi jalanan lengang, sesekali membelah perkampungan  dengan pemandangan perbukitan hijau di kejauhan. Dari Kotamobagu perjalanan menuju Danau Mooat mengambil arah Modayag. Sebelum benar-benar tiba di Danau Mooat terdapat danau kecil yang tak kalah indah yang bernama Danau Tondok. Danau Tondok berada di pinggir jalan sebelum sampai di Danau Mooat.

 Menikmati Danau Mooat

Suasana sejuk langsung menyambut ketika mata menatap hamparan air Danau Mooat. Dari pinggir jalan raya langsung terhampar kecantikan danau ini. Bentang alam danau yang luas bersanding dengan perbukitan hijau yang berjajar semakin menambah elok pemandangan.

Terdapat beberapa menikmati keindahan Danau Mooat. Cara pertama adalah menikmati Danau Mooat dengan melintasi jalan raya yang berada di pinggir danau. Dengan melalui jalan raya yang tidak begitu lebar ini kecantikan Danau Mooat sudah terpampang nyata.  Continue reading

4 Comments

Filed under Sulawesi, Travelogue

Bentor-Bentor Kotamobagu

Salah satu daya tarik dari kota Kotamobagu Sulawesi Utara ini adalah keberadaan bentor-bentornya yang unik sekaligus futuristik. Jika bentor-bentor selama ini terkesan klasik namun di Kotamobagu bentor-bentor itu berhasil disulap seakan-akan niruin gaya robot-robot Transformer sehingga penampakannya pun mejadi super kece.

Bila merasa penampakan bentor di Kotamobagu kurang eye catching di siang hari, coba datang pas malam hari sambil nongkrong di seputaran kota, seperti di Kedai Saraba atau warung makan lainnya.

Bentor-bentor Kotamobagu itu langsung menjadi magnet tersendiri di jalanan kota. Efek lampu-lampu yang sengaja dipasang di bentor membuat penampakannya menjadi meriah. Sontak saja langsung membuat mata kaget bagi siapapun yang baru pertama kali datang ke Kotamobagu.

Sebenarnya keunikan bentor-bentor di Kotamobagu bukan hanya pada penampakannya yang super kece sekaligus niat abis dalam modifikasinya, namun masih ada satu keistimewaan lainnya.  Continue reading

5 Comments

Filed under Sulawesi, Travelogue